nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Operasional Pelabuhan Patimban Tak Gerus Pasar IPC Car Terminal

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 15:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 09 320 1919921 operasional-pelabuhan-patimban-tak-gerus-pasar-ipc-car-terminal-iGMQBQ68vM.jpg Foto: (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Kehadiran Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, di Provinsi Jawa Barat diyakini tidak akan menggerus pangsa pasar

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Adapun Pelabuhan Patimban nantinya juga akan difungsikan sebagai kendaraan terminal.

Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Chiefy Adi Kusmargono menuturkan, alih-alih sebagai kompetitor, Pelabuhan Patimban dipandang sebagai pelengkap kendaraan terminal di Indonesia.

"Pelabuhan Patimban akan menjadi terminal kendaraan komplemeter dari IPC Car Terminal," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Chiefy menjelaskan, terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban akan dibangun melalui program pemerintah yang bekerjasama dengan Jepang melalui perusahaan konsorsium. Investor Jepang akan memiliki 49% saham di perusahaan tersebut sementara 51% dipegang investor lokal.

Karena Pelabuhan Patimban masuk di wilayah PT Pelindo II yang merupakan induk usaha Indonesia Kendaraan Terminal maka perseroan berniat untuk menjadi operator Pelabuhan Patimban dengan menjadi pemegang sebagian saham terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban melalui PT Pelindo II.

"Kemungkinan kita dapat 26%, lalu 25% mungkin swasta Indonesia. Sehingga nanti parents company (Pelindo II) akan memiliki saham di situ, dan kita akan berjuang menjadi operatornya,"jelas dia.

Chiefy juga tidak mengkhawatirkan pangsa pasar perseroan akan tertekan dengan hadirnya terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban. Sebab, secara geografis perusahaan manufaktur dengan pangsa pasar tertinggi memiliki jarak yang lebih dekat ke Pelabuhan tanjung Priok.

Adapun saat ini, Toyota adalah kostumer mayoritas perseroan. Selanjutnya Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, dan diikuti dengan pabrikan-pabrikan lain.

"No need to worry, jadi secara geografis yang paling dekat Pelabuhan Patimban itu Hino dan Nissan dan itu market sharenya hanya 1%. Lebih banyak perusahaan manufaktur Astra, Honda, Mitsubishi paling dekat jaraknya adalah dengan kita," tutur Chiefy.

(Bandara Kertajati, Foto: Antara)

Dalam simulasi perhitungan perseroan, selisih jarak tempuh pabrik manufaktur seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, dan Suzuki ke Pelabuhan Tanjung Priok dibandingkan dengan Pelabuhan Patimban adalah 30 kilometer - 40 kilometer.

Selisih jarak tempuh tersebut menimbulkan biaya transportasi sebesar 200%-300%.

Sekadar informasi, perseroan baru saja menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 509.147.700 saham atau setara 28% modal disetor setelah Initial Public Offering (IPO). Dari gelaran IPO ini perusahaan meraih dana Rp835 miliar.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini