nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PTPP Suntik Dana PP Urban Rp222,7 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 13:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 09 470 1919858 ptpp-suntik-dana-pp-urban-rp222-7-miliar-O7zfz7AqYO.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT PP Tbk (PTPP) tambah penyertaan modal pada anak usahanya, PT Pembangunan Perumahan Urban (PT PP Urban). Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, PTPP menyatakan telah meningkatkan penyertaan modal disetor dan ditempatkan penuh ke PT PP Urban dengan nilai nominal semula Rp341,66 miliar menjadi sebesar Rp564,36 miliar, atau penambahan Rp222,7 miliar.

Sekretaris Perusahaan PTPP Agus Samuel Kana mengatakan, transaksi peningkatan penyertaan modal tersebut telah dilaksanakan pada 4 Juli lalu. ”Peningkatan penyertaan modal untuk mengimbangi perkembangan kegiatan usaha PT PP Urban yang bergerak dalam bidang urban development, konstruksi, dan pracetak," ujarnya.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS 

PT PP Urban merupakan anak usaha PTPP. Kepemilikan saham PTPP dalam PT PP Urban mencapai 99,99%. Sementara, sumber dana yang digunakan untuk peningkatan penyertaan modal ini adalah ekuitas dana PTPP. Agus menambahkan, peningkatan penyertaan modal terhadap PT PP Urban ini tidak memiliki dampak hukum maupun mempengaruhi kelangsungan usaha emiten.

Sementara untuk pencapaian kontrak baru pada empat bulan pertama 2018, disebutkan perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp11,3 triliun. Kontrak baru tersebut tumbuh 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9 triliun.”Perseroan telah merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 23% dari total target,”kata Direktur PTPP, Lukman Hidayat.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53% 

Dia mengungkapkan bahwa perolehan kontrak baru yang sebesar Rp11,3 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp8,95 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp2,37 triliun. Perolehan kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru Perseroan dengan kontribusi sebesar Rp5,93 triliun atau 47,64%. ”Kontrak tersebut disusul oleh kontrak dari swasta sebesar Rp5,03 triliun atau 44,44% dan APBN sebesar Rp897 miliar atau 7,92% dari total perolehan kontrak baru,”ungkapnya.

Perseroan belum lama ini menerbitkan obligasi tahap pertama sebesar Rp1,5 triliun dari total obligasi penawaran umum berkelanjutan sebesar Rp3 triliun. Obligasi berkelanjutan tersebut memiliki dua seri yaitu seri A untuk jangka waktu tiga tahun dengan kupon 8,25% dan seri B untuk jangka waktu lima tahun dengan kupon 8,5% dengan sistem pembayaran kupon secara triwulanan. ”Dari hasil penerbitan obligasi berkelanjutan ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan proyek-proyek infrastruktur," ujar Lukman.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini