nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agresif Gunakan Dana IPO, IPCC Berambisi Jadi Terbesar Kelima di Dunia

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 10 Juli 2018 14:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 10 278 1920378 agresif-gunakan-dana-ipo-ipcc-berambisi-jadi-terbesar-kelima-di-dunia-xJPCFDnYyx.jpg Ilustrasi Pelabuhan (Foto:Okezone)

JAKARTA - Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) siap mengejar impiannya menjadi operator terminal pelabuhan terbesar kelima di dunia pada 2023. Maka untuk mencapai target tersebut, perseroan agresif memperluas lahan dengan menggunakan dana hasil IPO.

Direktur Utama IPCC Chiefy Adi Kusmargono mengatakan, perusahaan akan memperluas lahan menjadi 89,5 hektare hingga akhir 2022. Saat ini, lanjutnya, perseroan telah memiliki lahan seluas 31 hektare yang dapat menampung 700.000 unit kendaraan. Dengan lahan yang baru nantinya IPCC bisa menampung lebih dari 2 juta unit kendaraan.

”Secara bertahap akan kita bangun dari 31 hektare menjadi 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta dari 700.000," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Dia menyebut, biaya perluasan tersebut membutuhkan dana Rp500 miliar untuk lima tahun sedikit. Menurut dia, dana tersebut tergolong sedikit karena perluasan lahan dilakukan dengan skema sewa, bukan beli. IPCC akan menyewa lahan dari induk perusahaan yaitu PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

”Kita akan kembangkan dalam 5 tahun ini, karena lahan di sekitar IPC Car Terminal yang sekarang adalah milik IPC sebagai parent company kita, dan kita di situ sudah rencana induk pelabuhannya memang digunakan untuk terminal kendaraan," ucapnya.

Selain perluasan lahan, kata dia, biaya tersebut juga akan digunakan perbaikan minor seperti pengerasan dan perapihan lahan. "Karena industri di situ ada yang digunakan untuk penumpukkan kontainer. Itu sudah lahannya dibeton, tinggal dirapihin saja. Terus kemudian ada yang untuk penumpukan curah cair, itu tinggal merapikan saja," kata dia.

Perdana Masuk Bursa, Saham Perusahaan BUMN IPCC Naik 5,18%

Chiefy mengatakan, upaya ini merupakan strategi IPCC yang fokus pada kekuatan perusahaan dengan menyediakan layanan yang komplet kepada pelanggan. “Di area kita itu ada penumpukan kontainer, dock, ada curah cair, ada cart terminal," ucap dia.

Untuk diketahui, IPCC merupakan perusahaan bidang bongkar muat kendaraan dari dan ke kapal pertama di Indonesia yang melantai di BEI Perusahaan ini tidak hanya menyediakan jasa terminal untuk mobil tapi juga alat berat, truk, bus, dan suku cadang. Di debut perdananya, saham perseroan menguat Rp110 (6,7%) mencapai Rp1.750 dari harga penawaran perdana Rp1.640.

Volume perdagangan saham di pasar reguler hingga waktu tersebut mencapai 163.712 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp27,899 miliar. Adapun frekuensi perdagangan saham IPCC sebanyak 1.167 kali. Saham IPCC sempat mencapai level tertinggi Rp1.750 dan terendah Rp1.680. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) melalukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan melepas sebanyak 561,101 juta saham atau setara 30% dari modal disetor dan ditempatkan. Dalam aksi korporasi ini, perseroan memperoleh dana segar sebesar Rp920,206 miliar. Kemudian saat masa penawaran IPO, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak dua kali.

 Perdana Masuk Bursa, Saham Perusahaan BUMN IPCC Naik 5,18%

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini