nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Pajak Itu Tulang Punggung Negara Jadi Harus Kuat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 11:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 20 1920789 sri-mulyani-pajak-itu-tulang-punggung-negara-jadi-harus-kuat-pgTxx3QwP6.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pajak merupakan tulang punggung negara sehingga peran para wajib pajak sangatlah penting. Kendati demikian, bukan hal mudah meningkatkan kesadaran membayar pajak pada masyarakat Indonesia.

"Saya menggunakan istilah tulang punggung. Kalau Indonesia mau bergerak besar, bermartabat, dibanggakan rakyat, disegani negara lain, maka dia harus ditopang tulang punggung yang kuat," katanya dalam acara seminar perpajakan di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan 

Dia berkisah, penjalanan 10 tahun meningkatkan perpajakan bukanlah hal yang mudah. Di tahun 2008, saat itu dirinya juga tengah menjabat sebagai Menteri Keuangan, di mana jumlah wajib pajak hanya sebanyak 2 juta.

"10 tahun yang lalu dari seluruh wajib pajak yang lapor SPT itu hanya 33%, yang betul-betul melaksanakan kewajibannya. Saya ingat sekali dulu kita mulai wajib pajak di Indonesia yang waktu itu penduduk sudah di atas 200 juta, tapi wajib pajaknya tidak lebih dari 2 juta. Tulang punggung kita rapuh dan sangat slim," jelasnya.

Baca Juga: Ditjen Pajak Tak Khawatir Penerimaan Masih di Bawah 50%

Perjuangan untuk menaikkan jumlah wajib pajak dilakukan melalui beragam reformasi perpajakan. Hal ini membuat jumlah wajib pajak di tahun 2018 menjadi 38 juta, meningkat 36 juta sepanjang 10 tahun.

"Perjuangan untuk naik dari 2 juta, 6 juta, 10 juta, 12 juta itu adalah perjuangang yang panjang. DJP saat ini harus mengurusi 38 juta wajib pajak. Sekarang kalau kita berbicara wajib pajak yang sudah melaporkan SPT, setelah 10 tahun sudah mencapai 73%," katanya.

Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan 

Kendati demikian, Ani, panggilan akrabnya, menyatakan tak bisa berpuas diri dengan capaian tersebut. Pihaknya akan terus melakukan reformasi perpajakan untuk bisa meningkatkan pendapatan negara. Pasalnya, pajak berperan penting dalam pembangunan negara.

"Kita ingin buat sekolah bagus, rakyat yang cerdas, bisa kompetisi, percaya diri, berpartisipasi di dunia, semua itu membutuhkan suatu penerimaan negara," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini