nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Postur APBN 2018 dalam Kondisi Baik

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 13:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 11 20 1920855 sri-mulyani-postur-apbn-2018-dalam-kondisi-baik-pHckNgSyHo.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018 dalam kondisi baik.

Hal ini membuat pemerintah memilih untuk tak melakukan perubahan, meski di tengah kenaikan minyak mentah dunia dan batu bara, serta pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

"Postur keseluruhan APBN 2018 masih bisa dipertahankan dengan baik. Seluruh kebutuhan belanja yang sudah direncanakan di 2018 tetap berjalan," ujarnya di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Rabu (11/7/2018).

Penguatan Kinerja APBN dari Realisasi Defisit Anggaran 0,64%  

Bendahara Negara ini menyatakan, postur APBN 2018 yang dinilai baik membuat pemerintah juga mampu mengakomodasi pendanaan terhadap beberapa tambahan belanja negara.

"Kami bahkan juga mengakomodasi beberapa tambahan belanja, seperti untuk Asian Games dan kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendesak," imbuhnya.

Baca Juga: Sri Mulyani: Keputusan APBN-P Tunggu Laporan Semester I

Kondisi global yang membuat asumsi APBN 2018 pada minyak mentah, batu bara, dan kurs Rupiah yang meleset dinilai tak menekan keuangan negara hingga butuh perubahan. Menurutnya, target penerimaan negara sebesar Rp1.894 triliun akan tercapai hingga akhir tahun nanti.

Penguatan Kinerja APBN dari Realisasi Defisit Anggaran 0,64%  

"Dari sisi penerimaan negara, outlook-nya akhir tahun mencapai sesuai dengan yang ada dalam UU APBN. Kombinasi antara pajak dan PNBP (pendapatan negara bukan pajak), jumlahnya sesuai dengan pendapatan negara yang kami rencanakan pada tahun 2018,"

Jumlah target penerimaan tersebut berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.618,1 triliun. Sedangkan pendapatan yang berasal dari PNBP adalah sebesar Rp275,4 triliun dan hibah sebesar Rp1,2 triliun. Menurut Sri Mulyani, penerimaan hingga akhir tahun 2018 bahkan bisa di atas angka 100%. Diperkirakan pendapatan negara akan surplus atau lebih sekitar Rp8 triliun.

"Dengan penerimaan dan belanja negara tetap sesuai, maka kami memutuskan ini telah mencerminkan kebutuhan penyelenggaraan perekonomian negara tahun 2018," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini