nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Ada APBN-P, Komisi XI Minta Penjelasan soal Kesehatan APBN 2018

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 15:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 11 20 1920927 tak-ada-apbn-p-komisi-xi-penjelasan-soal-kesehatan-apbn-2018-6WKcmgIb8e.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah memutuskan tak melakukan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun menyatakan kewenangan melakukan APBN-Perubahan berada di pemerintah.

"Kalau Menteri Keuangan menganggap ini tidak perlu (APBN-P) dan kemudian pemerintah menganggap itu sebagai sebuah keputusan, silakan karena itu wilayah sepenuhnya dari pemerintah," katanya di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS 

Kendati demikian, dia meyakini pemerintah akan melakukan penyesuaian di tengah kondisi asumsi makro yang kini meleset dari APBN 2018.

Di antaranya Harga Batubara Acuan (HBA) pada Juli 2018 mencapai USD104,65 per ton dan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) periode Juni 2018 mencapai USD70,36 per barel.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus terdepresiasi menembus level Rp14.000 per USD. Dengan demikian, pemerintah diminta dapat menjaga performa APBN 2018 berada di kondisi yang baik.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53% 

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa itu adalah kewenangan dari pemerintah tetapi dengan adanya dua indikator utama yaitu nilai tukar Rupiah dan harga minyak itu, apakah bisa memperkuat posisi itu (APBN 2018) karena pasti pemerintah akan melakukan adjusment (penyesuaian)," jelasnya.

Dia pun menegaskan, menghargai keputusan pemerintah untuk mempertahankan APBN 2018. Kendati demikian, pemerintah tetap diminta menjaga performa APBN 2018 di tengah kondisi ekonomi global.

"Masalah ada APBN-P itu ada di eksekutif, kami menghormati dan menghargai asalkan itu tadi, adjustment dapat tetap menjaga performance APBN agar tetap kredibel dan efisien," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini