nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Ramal Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1 Miliar

ant, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 16:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 20 1920967 bi-ramal-neraca-perdagangan-juni-surplus-usd1-miliar-yQIBI6wX1w.jpeg Ilustrasi: Foto Antara

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksikan terjadinya surplus neraca perdagangan pada Juni 2018 sebesar USD1 miliar atau lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar 900 juta dolar AS.

"Data-data terakhir memperlihatkan neraca perdagangan Juni lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, semula surplus USD900 juta, menjadi lebih tinggi dari USD1 miliar untuk Juni," kata Perry saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Perry memastikan proyeksi surplus neraca perdagangan tersebut bisa sedikit menekan defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan II-2018 yang secara musiman diperkirakan masih lebih tinggi.

"Kami mengingatkan bahwa current account deficit musiman pada triwulan dua lebih tinggi. Tidak usah kaget dan risau, karena nanti akan turun pada triwulan tiga," katanya.

Meski demikian, untuk keseluruhan 2018, ia memastikan defisit neraca transaksi berjalan masih berada di bawah 2,5% terhadap PDB.

 Wawancara Khusus Bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Mei 2018 terjadi defisit sebesar USD1,52 miliar.

Defisit tersebut dipicu oleh defisit pada sektor migas senilai USD1,24 miliar dan non-migas senilai USD0,28 miliar.

Nilai defisit pada sektor migas yang besar terjadi akibat pengaruh kenaikan harga minyak mentah dunia di pasar internasional.

 Wawancara Khusus Bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Secara akumulatif, Januari hingga Mei 2018, defisit neraca perdagangan telah tercatat sebesar USD2,8 miliar.

Padahal pada periode sama 2017, neraca perdagangan tercatat surplus sebesar USD5,9 miliar seiring dengan membaiknya kinerja ekspor.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini