nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur BI Masih Pede Rupiah Bisa Menguat

ant, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 16:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 11 278 1920965 gubernur-bi-masih-pede-rupiah-bisa-menguat-9p8KD4dq2L.jpg Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Feby/Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS masih berpeluang menguat, meski saat ini terdepresiasi akibat pengaruh tekanan global.

"Dari segi fundamental, semestinya ada ruang untuk lebih apresiatif," kata Perry saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Perry menjelaskan pergerakan kurs Rupiah saat ini masih overvalued karena masih terdampak oleh potensi penyesuaian suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed).

 Wawancara Khusus Bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Namun, dia memastikan depresiasi rupiah tersebut masih lebih baik dibandingkan mata uang di negara-negara berkembang lainnya.

"Depresiasi kurs dibandingkan negara lain relatif terkendali, lebih rendah dari Filipina, India, Brasil, Korea Selatan dan Turki, yang mengalami pelemahan jauh lebih tinggi," katanya.

Meski demikian, Perry memastikan bank sentral terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental.

 Wawancara Khusus Bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Sebelumnya, nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah 26 poin menjadi Rp14.393 per USD dibanding posisi sebelumnya Rp14.367 per USD,

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, mengatakan pergerakan rupiah kembali diuji ketahanannya untuk dapat berbalik arah melanjutkan tren kenaikan.

"Masih rentannya Rupiah menghalangi potensi kenaikan lanjutan sehingga perlu dicermati berbagai sentimen, terutama pergerakan sejumlah mata uang global terhadap dolar AS," ujar Reza.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini