nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa yang Harus Dilakukan agar Rupiah Kembali Tenang?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 20:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 278 1921093 apa-yang-harus-dilakukan-agar-rupiah-kembali-tenang-13yfoXPfX0.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menilai, stabilisasi nilai tukar Rupiah yang terus melemah tidak hanya mengandalkan cadangan devisa. Oleh sebab itu, pemerintah harus memikirkan solusi jangka menengah agar kurs Rupiah lebih stabil.

"Solusi jangka menengah adalah bagaimana kita agar tidak bergantung capital inflow. Nah maka current account (neraca berjalan) harus surplus," ujarnya dalam acara diskusi mengenai stabilitas kurs Rupiah terhadap ekonomi di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Dia menyatakan, yang perlu dilakukan pemerintah yakni memperbaiki neraca perdagangan yang terus defisit, bahkan melebar. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari pasar baru untuk ekspor, mengingat saat ini perang dagang terjadi di negara mitra dagang Indonesia yakni China-Amerika Serikat.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Defisit juga dapat ditekan melalui pertukaran barang atau counter trade dengan negara yang memiliki produk dibutuhkan oleh Indonesia. Hal ini untuk mengurangi pengeluaran untuk impor.

"Saya ingat Pak Sudrajad, Menteri Perdagangan tahun 80-an meningkatkan pangsa ekspor. Mereka counter trade dengan negara yang tidak punya uang. Jadi barang apa yang negara tersebut punya, nah barang itu ditukar dengan yang kita butuhkan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga dinilai harus menggenjot pendapatan dari sektor periwisata. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat penerbangan langsung dari negara lain ke objek wisata yang memiliki daya tarik tinggi.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Sebab jika harus transit dahulu di bandara lain atau menggunakan banyak transportasi lainnya, maka mengurangi minat turis asing untuk berkunjung di Indonesia. Padahal, pariwisata menjadi sektor paling cepat membawa valas ke dalam negeri, sehingga Rupiah bisa lebih stabil.

"Lalu tourism, dengan membuka direct flight. Manado itu Sam Ratulangi top twelve (paling banyak dikunjungi) dari China," katanya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini