Lowongan CPNS 2018, Menpan-RB: Pemda Jangan Salah Perencanaan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 13:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 11 320 1920839 lowongan-cpns-2018-menpan-rb-pemda-jangan-salah-perencanaan-koiPKnR6a1.jpeg Rakornas BKN (Foto: Giri/Okezone)

TANGERANG - Lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan kembali dibuka pada tahun ini. Pemerintah menargetkan pengumuman penerimaan CPNS 2018 bisa dilakukan pada bulan ini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pendataan ulang kebutuhan pegawai yang diusulkan di masing-masing lembaga. Bahkan, pihaknya masih terus menerima usulan pegawai dari pemerintah daerah.

Asman berpesan, dalam mengajukan usulan pegawai pemerintah daerah harus melakukan perencanaan dengan baik. Artinya pengajuan pegawai harus memperhitungkan betul kebutuhan potensi dan beban kerja dari daerahnya.

Selama Ramadan PNS DKI Jakarta Pulang Lebih Awal 

"Nah jangan salah perencanaan, saya selalu sampaikan tolong hitung betul kebutuhan sesuai potensi daerahnya. Beban kerja daerahnya," ujarnya dalam acara Rakornas BKN, di Gedung ICE BSD, Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Asman menyadari jika daerah memang kekurangan pegawai untuk menunjang kinerja. Apalagi setelah dalam kurun waktu kurang lebih 5 tahun pemerintah tidak membuka lowongan untuk CPNS.

"Insyallah tahun ini kita akan membuka formasi, baik untuk Kementerian maupun pemerintah daerah. Terutama untuk pemerintah, karena sudah sekitar 5 tahun moratorium," jelasnya.

Mengenai formasi nantinya akan diutamakan untuk mengisi pegawai di daerah. Utamanya adalah untuk yang berada di daerah terluar, tertinggal dan terdepan.

Baca Juga: CPNS 2018 Segera Dibuka, Ini Bocoran Formasinya

"Saya sampaikan bahwa kebijakan penetapan formasinya diutamakan untuk mendukung pembangunan daerah tertinggal, terluar, terdepan," ujarnya.

Asman juga menambahkan, jika formasi yang akan dibuka pun beragam. Yang pertama adalah diutamakan formasi untuk mendukung pelayanan seperti tenaga pendidikan, kesehatan dan juga infrastruktur.

"Prioritasnya untuk membidik bisa pelayanan dasar yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Insyallah nanti penerimaan guru, tenaga kesehatan jadi prioritas kita," ucapnya.

Selain itu, rekruitmen CPNS 2018 ini juga akan membuka formasi khusus anak-anak bangsa yang berkarier dil uar negeri (diaspora). Mengenai formasi khusus ini , pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga: Pendaftaran dan Seleksi CPNS 2018 Akan Terintegrasi, Begini Rinciannya

"Jadi anak-anak kita yang pintar di luar negeri, Diaspora-Diaspora kita prioritaskan kalau mau menjadi PNS. Mudah-mudahan dengan bercampurnya tenaga-tenaga ini akan memperbaiki lagi struktur ASN kita ke depan," jelas Asman.

"Kemudian para Diaspora ini diharapkan mampu mendeskripsikan kompetensinya sehingga dapat mengakselerasi kinerja perintah," imbuhnya.

Belum cukup sampai di situ, pada tahun ini pihaknya juga akan membuka formasi khusus para atlet. Namun atlet yang dimaksud adalah mereka yang benar-benar berprestasi dan bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di kancah dunia.

"Kalau mereka mau jadi ASN, kita prioritaskan jadi ASN. Itu bisa menjadi instruktur nasional, pelatih nasional, termasuk juga punya kompetensi bisa juga kita salurkan kompetensinya," kata Asman.

Selama Ramadan PNS DKI Jakarta Pulang Lebih Awal 

Lalu yang terakhir lanjut Asman, pihaknya akan membuka formasi khusus bagi mereka anak-anak dengan IPK Cumlaude. Nantinya mahasiswa dengan lulusan cumlaude akan diberikan prioritas formasi oleh pemerintah.

"Kemudian formasi juga kita berikan pada anak-anak lulusan cumlaude. Tahun lalu kita sudah laksanakan ini, bagi anak-anak yang lulus cumlaude kita prioritaskan jadi ASN," jelasnya.

Selain itu lanjut Asman, pemerintah juga menyediakan dan membuka formasi khusus bagi mereka pengandangan disabilitas. Ada juga formasi khusus yang diberikan dan dibuka untuk putra-putri Indonesia dari Indonesia bagian timur. "Termasuk penyandang disabilitas, serta putra-putri dari Papua yang bisa menjadi prioritas ASN," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini