Menpan: Seleksi CPNS 2018, Tidak Ada Lagi Istilah 'Bekingan'

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 14:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 11 320 1920860 menpan-seleksi-cpns-2018-tidak-ada-lagi-istilah-bekingan-9SpU8Bsj6p.jpeg Menpan RB Asman Abnur (Foto: Giri/Okezone)

TANGERANG - Pemerintah segera membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Pembukaan yang akan diumumkan pada bulan ini nantinya akan memprioritaskan tenaga kesehatan dan pendidikan khususnya di daerah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, proses rekruitment PNS pada tahun ini dipastikan akan berlangsung ketat dan tegas. Seluruh peserta tidak ada yang diperkenankan untuk melakukan kecurangan.

Bahkan, pemerintah daerah pun tidak diperkenankan untuk intervensi dalam proses rekruitment tersebut. Apalagi sampai ada yang berani untuk memberikan uang kepada pejabat pusat maupun daerah guna memuluskan langkah menjadi abdi negara.

Tinjau Tahapan Seleksi CPNS Kemenkumham, Menpan RB Ikut Ukur Tinggi Badan 

"Kita punya komitmen, sistem rekruitmen tidak boleh lagi ada intervensi. Artinya tidak bisa lagi seseorang bisa jadi PNS karena bekingan," ujarnya saat ditemui dalam acara Rapat Koordinasi Nasional BKN, di ICE BSD Tangerang, Rabu (11/7/2018)

Asman menjelaskan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kecurangan adalah dengan sistem integrasi. Artinya seluruh pendaftaran maupun seleksi dikelola dalam satu sistem saja.

Baca Juga: CPNS 2018 Segera Dibuka, Ini Bocoran Formasinya

Selain itu, dari sisi seleksi juga sistem seleksi berbasis komputer bisa menjadi solusi mencegah kecurangan. Sebab melalui sistem ini seluruh hasil bisa terlihat melalui sistem dan sama sekali tidak melibatkan campur tangan orang lain.

"Ini kita sudah lakukan dengan sistem seleksi yang ketat. BKN sudah lakukan dan punya peran besar. Sistem CAT yang sudah kita laksanakan itu tidak bisa lagi tawar-menawar. Tidak bisa lagi sogok menyogok dalam penerimaan PNS," jelasnya.

Menurut Asman, melalui penerapan sistem ini diharapkan sistem seleksi ASN bisa lebih baik lagi. Dengan begitu pemerintah pusat maupun daerah hingga lembaga bisa mendapatkan PNS yang benar-benar memiliki kemampuan.

 Kemenpan-RB dan KPK Sepakati Efisiensi Lembaga Pemerintah

"Orang yang lulus betul-betul orang yang punya kompetensi. Maka dari itu sistem yang kita terapkan sekarang tidak bisa lagi orang yang tidak punya kemampuan lulus jadi pns. Jadi sistem seleksi yang secara terbuka ini jadi kunci untuk perbaikan ASN," jelasnya.

Asman menambahkan, yang bisa menjadi PNS adalah orang yang benar-benar memiliki kompetensi. Sehingga diharapkan bisa berkontribusi lebih banyak dalam pekerjaannya ketika posisi PNS sudah didapatkan.

"Yang bisa jadi PNS adalah orang yang punya orang yang punya kemampuan, yang punya kompetensi," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini