nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AP I dan II Bakal Kebagian Kelola 10 Bandara

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 20:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 11 320 1921090 ap-i-dan-ii-bakal-kebagian-kelola-10-bandara-Vmei15MZ1j.jpg Foto: AP I dan II Kelola 10 Bandara (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan memberikan hak pengelolaan 10 Bandara Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara kepada PT Angkasa Pura I (Persero)  dan PT Angkasa Pura II (Persero)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pola pengeloaan bandara tersebut akan menggunakan metode kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP).

"Ada 10 bandara yang akan PPP," kata Menhub di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

 

Adapun 10 bandara tersebut antara lain, Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Bandar Udara Radin Inten II di Lampung, Bandar Udara HAS Hanandjoeddin di Bangka Belitung, Bandar Udara F.L Tobing di Sibolga, Bandar Udara Maimun Saleh di Sabang, Bandar Udara Fatmawati di Bengkulu, Bandar Udara Sentani di Jayapura, Bandar Udara di Sulawesi Tengah, Bandar Udara di Sulawesi Tenggara, dan Bandar Udara di Nias.

Menhub menuturkan, prosesnya telah memasuki valuasi di Kementerian Keuangan, sebab ukuran bandara di tiap daerah variatif dimana valuasi paling kecil adalah Rp200 miliar.

Dari valuasi tersebut, pemerintah juga akan menentukan skema kerjasama, baik Kerjasama Pemanfaatan (KSP) atau pola Kerjasama Operasi (KSO).

 

Kerjasama KSP adalah Kerjasama untuk mendapatkan revenue stream jasa kebandarudaraan (aero) dan jasa terkait bandar udara (non aero). Sedangkan KSO adalah kerja sama untuk mendapatkan revenue stream non aero saja.

Menhub menyebutkan, untuk tahun ini satu bandara siap untuk dialihkan pengelolaannya. "Tjilik Riwut mungkin bisa tahun ini," ujar Menhub.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini