nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi di Sektor Farmasi, Investor: Saya Dapat Insentif Apa?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 21:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 11 320 1921117 investasi-di-sektor-farmasi-investor-saya-dapat-insentif-apa-zrTq7rEf6r.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah tengah menggenjot investasi di bidang farmasi, mengingat 95% pasokan bahan baku untuk obat masih berasal dari luar negeri atau impor. Maka pemerintah mendorong agar industri farmasi mampu menciptakan bahan baku sendiri.

Ketua Komite Perdagangan dan Industri Bahan Baku Farmasi Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Vincent Harijanto menyatakan, hal tersebut sangat mungkin untuk dilakukan. Bahkan, pihaknya tengah berusaha menggaet investor untuk dapat mendanai pembuatan bahan baku bagi industri farmasi di Tanah Air.

Di sisi lain, dirinya meminta pemerintah dapat memberikan insentif kebijakan yang tepat untuk mendorong investasi di sektor ini.

“Saya mau invite investor bahan baku di Indonesia. Tapi saya susah jawab pertanyaan, kalau mereka tanya 'saya bisa dapat apa? Fasilitas apa, apakah tax allowance, apakah ada jaminan produk saya dipakai, apakah mendapatkan kemudahan untuk mengakses fasilitas yang kita perlukan, apakah produk bisa dipakai oleh industri yang ada?' Seperti itu,” ujarnya di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

 

Dia mengungkapkan, Indonesia sebenarnya Indonesia telah memiliki industri bahan baku obat sejak 20 tahun lalu, bahkan pernah mendapatkan investor asing. Adapun bahan baku yang dapat diproduksi antara lain Ampicilin dan Amoxicillin pada saat itu, sebelum akhirnya harus terhenti. Sedangkan produksi paracetamol masih tetap ada hingga saat ini meski tak banyak.

“Ada yang membuat ampicilin dan amoxicillin. Saat ini juga masih ada pembuat paracetamol, tapi tidak cukup. Bahkan sebaliknya, industri ampicilin dan amoxicillin tidak dilanjutkan. Paracetamol sendiri tidak berkembang,” kisahnya.

Maka, menurutnya bila memang pemerintah berkeinginan Indonesia memiliki industri bahan baku obat di Tanah Air, iklim usaha yang baik juga perlu diciptakan.

“Mudah-mudahan bisa berhasil. (investasi industri bahan baku obat di Indonesia), yang berminat cukup banyak. Misal 10 sampai 20 industri farmasi yang bisa bekerja sama untuk membuat bahan baku saja sudah cukup baik,” kata dia.

 

Pembuatan industri bahan baku obat di Indonesia, menurutnya, memang perlu dilakukan untuk menekan ketergantungan impor bahan baku.

“Start sajalah, mulai. Memang selalu ada hambatan, bisa hambatan psikologis, bisa aktual. (Seperti) 'kita ini sudah terlambat'. Tidak ada kata terlambat. Mau menunggu apa? Kalau kita tunggu, maka makin terlambat,” pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini