nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RAPBN 2019 Disetujui, Saatnya Sri Mulyani Cs Susun Nota Keuangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 20 1921380 rapbn-2019-disetujui-saatnya-sri-mulyani-cs-susun-nota-keuangan-PuNHvVZbsN.jpg Foto: Sri Mulyani (Giri/Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat paripurna dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Agenda Rapat Paripurna pada hari ini sendiri adalah penyampaian laporan hasil pembahasan pembicaraan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 oleh Badan Anggaran (Banggar).

Turut mendampingi Sri Mulyani Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara, hingga Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi. Rapat sendiri dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto.

 

Pada rapat tersebut, DPR menyetujui laporan RAPBN yang diusulkan oleh pemerintah. Nantinya laporan tersebut akan dituangkan dalam nota keuangan dan akan dibacakan di depan Anggota DPR-RI pada tanggal 16 Agustus 2018.

"Pembicaraan pendahuluan RAPBN 2019 dan rencana kerja pemerintah tahun 2019 akan menjadi pedoman dalam penyusunan RAPBN 2019," ujar Utut diiringi dengan ketokan palu dalam Rapat Paripurna di DPR RI, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Sebagai informasi, dalam RKP tahun 2019 pemerintah mengusung tema 'Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas'. Dalam RKP 2019, prioritas nasional pemerintah meliputi lima poin.

Pertama adalah pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar. Lalu ada pengurangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman.

 

Selanjutnya ada peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pertanian, industri, pariwisata dan jasa produktivitas lainya. Lalu yang keempat dan kelima adalah pemantapan ketahanan energi pangan dan sumber daya air, dan stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.

Sementara itu, untuk asumsi dasar RAPBN 2019, pertumbuhan ekonomi ditargetkan bisa tumbuh di kisaran 5,2%-5,6%. Lalu laju inflasi ditargetkan bisa 2,5%-4,5%.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap berada di kisaran Rp13.700 per USD hingga Rp14.000 per USD, kemudian tingkat bunga SPN-3 bulan di kisaran 4,6% hingga 5,2%. Untuk harga minyak mentah Indonesia ditargetkan USD60-70 per barel.

Kemudian untuk lifting minyak bumi di kisaran 722 ribu -805 ribu barel per hari. Dan terakhir lifting gas bumi berada di kisaran 1,2-1,3 juta barel per hari.

Sedangkan target pembangunan tingkat pengangguran berada dikisaran 4,8-5,2%, angka kemiskinan berada di kisaran 8,5%-9,5%, gini rasio 0,38-0,39, lalu indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 71,98%

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini