Sri Mulyani Beberkan Anggaran Subsidi Solar Ditambah Rp2.000/Liter

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 14:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 20 1921413 sri-mulyani-beberkan-anggaran-subsidi-solar-ditambah-rp2-000-liter-PQpkjzuvqa.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah telah menyepakati tambahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk PT Pertamina (Persero) menjadi Rp2.000 per liter. Tambahan subsidi mempertimbangkan selisih kenaikan harga minyak dunia yang terus merangkak dengan Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan sebesar USD48 per barel pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meskipun ada penambahan subsidi solar namun pemerintah tidak akan melakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Alasannya adalah penambahan subsidi ini juga sebenarnya sudah diatur dalam APBN.

 Baca Juga:

Tanpa APBN-P 2018, Subsidi Solar Tetap Bisa Ditambah

Sri Mulyani Sepakat Tambah Subsidi Solar Jadi Rp2.000/Liter

Sebab, dalam menyusun APBN 2018 sebelumnya juga sudah memperhatikan kondisi perekonomian global. Seperti dengan kenaikan harga minyak, nilai tukar mata uang hingga kenaikan suku bunga.

"Kan keseluruhan APBN itu dari sisi penerimaan maupun belanja pasti ada beberapa yang bergerak berdasarkan indikator ekonomi seperti harga minyak nilai tukar, bahkan juga dari sisi suku bunga. Jadi pergerakan itu ada di Undang-Undang APBN yang sudah mengamanatkan untuk bisa teralokasikan," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

 

Adapun langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah bisa dengan cara mengalihkan anggaran dari yang belanjanya dianggap tidak terlalu darurat untuk dialihkan kepada PT Pertamina (Persero). Adapun anggaran yang nantinya dialihkan bisa dari anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau bisa juga anggaran belanja milik Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Dengan cara seperti itu, maka pemerintah tidak perlu repot-repot melakukan APBNP. Dan subsidi solar pun bisa ditambah sesuai kesepakatan yakni sebesar Rp2.000 per liter.

"Untuk masalah subsidi kan seperti yang saya katakan kemarin, Menteri ESDM (pak Jonan) menyampaikan ke Komisi VII. Jadi nanti Komisi VII dan Menteri Energi yang akan menetapkan bagi pemerintah kenaikan dari Rp500 per liter jadi Rp2.000 per liter tentu dialokasikan berdasarkan pos yang ada," jelasnya.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini