Debut Perdana, Saham Sinergi Megah Internusa Naik 69,33%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 10:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 278 1921270 debut-perdana-saham-sinergi-megah-internusa-naik-69-33-VHJ6VMxEZ2.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - PT Sinergi Megah Internusa Tbk hari ini dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan ke 29 di tahun 2018. Sinergi Megah Internusa dicatatkan dengan kode saham NUSA.

Perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata ini menawarkan sebanyak 1.200.000.000 saham baru dengan harga Penawaran Rp150 per saham. Dengan demikian perusahaan mampu meraih dana Rp180 miliar.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin 

Pada pembukaan perdagangan, saham NUSA naik 104 poin atau 69,33% ke level Rp254 dari harga pembukaan Rp150. Saham NUSA ditransaksikan sebanyak 8 kali dengan volume sebanyak 2.970 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp75,44 juta.

Direktur Utama Sinergi Megah Internusa Iwandono mengatakan perusahaan akan menangkap peluang perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung mengarah ke leisure.

"Perubahan belanja menjadi leisure tetap di antisipasi pada fokus bisnis kami," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (12/7/2108).

Baca Juga: BEI Kedatangan 3 Pemain Baru di Pasar Modal

Dana yang terkumpul akan digunakan oleh NUSA sebesar 63,83% untuk membiayai belanja modal, lalu sebesar 5,28% untuk modal kerja NUSA dan anak perusahaan. Sementara sisanya sebesar 27,78% akan digunakan untuk melunasi hutang perseroan.

Selain menerbitkan saham baru, perseroan juga menerbitkan sebanyak 400.000.000 lembar Waran Seri I yang menyertai saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan IPO, yaitu 9 Juli 2018.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin 

Setiap pemegang 3 saham baru berhak memperoleh 1 waran, di mana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang bernilai nominal Rp100 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp160. Dalam hajatan ini, perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun ruang lingkup kegiatan usaha NUSA meliputi usaha penyediaan akomodasi berupa Hotel Villa, dan bumi perkemahan meliputi menyediakan pelayanan penginapan yang dapat dilengkapi dengan pelayanan pariwisata lainnya. Perseroan memiliki dan mengoperasikan satu buah hotel Boutique bertaraf Internasional Lafayette Boutique Hotel di Yogyakarta yang memiliki jumlah kamar sebanyak 77 kamar. Saat ini perseroan memiliki satu anak perusahaan yaitu PT Mulia Manunggal Karsa yang memiliki aset tanah di Batam.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini