nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Kenalkan Pajak UMKM di Hari Koperasi

ant, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 14:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 320 1921414 presiden-kenalkan-pajak-umkm-di-hari-koperasi-DNLIajYjof.jpg Pajak (Ilustrasi: Reuters)

TANGERANG - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyosialisasikan kebijakan pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar 0,5% dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 Tahun 2018.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir dalam acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7/2018). Pada kesempatan itu sekaligus akan digelar sosialisasi kebijakan PPh final UMKM yang ditetapkan sebesar 0,5%.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan Hari Koperasi Nasional Ke-71 mengambil tema "Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional".

 Aktivis 98 Deklarasikan Dukungan Jokowi Presiden 2 Periode

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang merata sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan. "Untuk mencapai pemerataan itu koperasi memiliki peran strategis, karena bisa saja terjadi pertumbuhan ekonomi tapi hanya dinikmati sekelompok orang," katanya.

Puspayoga mengatakan guna meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Kementerian Koperasi dan UKM menjalankan reformasi total koperasi melalui tiga langkah strategis, yakni reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan. Tujuannya adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggotanya dan kemanfaatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Pajak UMKM 0,5%, Jokowi: Pasti Semua Pelaku Senang

"Dalam empat tahun berjalannya reformasi total koperasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaan koperasi itu sendiri. Masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas lembaga koperasi," kata Puspayoga.

Pendataan koperasi dibenahi sehingga melahirkan data koperasi yang benar-benar aktif. Jumlah koperasi pada 2014 sebanyak 212.570 unit dan telah berkurang menjadi 152.714 unit. Sebanyak 40.013 dibubarkan karena tidak aktif lagi.

Aktivis 98 Deklarasikan Dukungan Jokowi Presiden 2 Periode 

Dia menambahkan, pembinaan koperasi yang terus-menerus dilakukan pemerintah untuk pengembangan koperasi sehingga indikator-indikator pertumbuhan koperasi menunjukkan peningkatan, antara lain koperasi mencatatkan omzet hingga puluhan triliun rupiah, koperasi masuk bursa efek, dan koperasi mampu membeli saham Bank BRI Syariah.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM dan BPS, kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional terus meningkat. Pada 2014, PDB koperasi hanya 1,71% kemudian meningkat menjadi 3,99% pada 2016 dan pada 2018 naik lagi menjadi 4,48%.

"Ini menunjukkan koperasi tumbuh sehat dan terus berkembang secara berkualitas," kata Puspayoga.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini