Krisis Ketersediaan Air Harus Diatasi

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 16:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 320 1921474 krisis-ketersediaan-air-harus-diatasi-vM4Cm293SN.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Krisis air akan menjadi risiko global nomor 1 di masa mendatang. Air mempengaruhi infrastruktur dan kualitas hidup di kota-kota dunia serta mempengaruhi geopolitik dan pemerintahan lokal.

Dewan Air Asia (Asia Water Council/AWC) mengungkapkan, ketersediaan sumber daya air dan semakin besarnya pengaruh tantangan modern serta perubahan global di Asia. Hal ini mengharuskan AWC lebih fokus pada solusi masalah air.

Vice President Asia Water Council (AWC) Firdaus Ali yang mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengatakan, sudah saatnya apabila para pemimpin dunia dan pemerintah harus memusatkan perhatian mereka pada masalah sumber daya air yang merupakan solusi penting dari beberapa masalah yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan.

“Keberadaan AWC menjadi semakin penting bagi solusi masalah air di Asia, bersamaan dengan meningkatnya permintaan internasional terhadap strategi baru dan tindakan lebih lanjut dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Firdaus pada kick off meeting The 2nd Asia International Water Week dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

 

Dewan Air Asia harus lebih jauh menyatukan visi dan tindakan dengan menggunakan pendekatan dan alat implementasi yang tepat dan efektif atas dasar budaya Asia.

Staf Khusus Menteri PUPR ini menambahkan, untuk mencapai kesepakatan, pada prakteknya AWC telah menunjukkan bahwa saat yang paling penting adalah pemilihan pendekatan yang tepat dalam pelaksanaan dan tindakan bersama yang aktif serta efektif dari semua pemangku kepentingan.

 

Sebagaimana yang dipahami, AWC melakukan pelaksanaan proyek air berdasarkan sejumlah prinsip utama, yaitu pendekatan holistik, terpadu, transparan, ekonomi, dan ekologis.

“Implementasi yang tepat adalah kunci keberhasilan AWC. Hanya implementasi yang tepat yang akan memastikan bahwa daya saing, kesehatan dan keanekaragaman hayati kita tidak terancam,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini