nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelabuhan Patimban Siap Mulai Dibangun Akhir Juli

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 19:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 12 320 1921601 pelabuhan-patimban-siap-mulai-dibangun-akhir-juli-AUHHXAOC6p.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pembangunan Pelabuhan Patimban akan dimulai pada akhir Juli 2018 ini. Namun mengenai waktu tepatnya, dirinya masih belum bisa memberikan secara rinci.

Menurut Budi, alasan kenapa hingga saat ini groundbreaking Pelabuhan Patimban belum juga dimulai adalah hanya karena masalah waktu saja yang belum menemui kecocokan. Sementara hal-hal teknisnya sudah siap untuk dilakukan groundbreaking.

"Belum ada tanggalnya (kapan groundbreaking Pelabuhan Patimban) tapi insya Allah waktunya akhir bulan ini," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (11/7/2018).

 

Budi menambahkan, meskipun kapan waktu groundbreaking-nya belum bisa dipastikan tanggalnya, namun untuk urusan target penyelesaian dan operasional dirinya sudah mendapatkan waktu yang tepatnya. Dirinya menargetkan agar Pelabuhan Patimban bisa rampung dan beroperasi pada Maret 2019 mendatang.

"Insya Allah akan mulai Juli ini (groundbreaking) dan Maret itu tetap bisa insya Allah," tegasnya.

Mengenai hak pengelolaan Pelabuhan tersebut, ada beberapa perusahaan yang menyampaikan ketertarikannya. Salah satunya adalah PT Pelindo II (Persero).

Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan mengaku sangat tertarik untuk mengelola Pelabuhan Patimban yang terletak di Subang, Jawa Barat. Sebab menurutnya Pelabuhan yang akan menjadi kebanggaan Jawa Barat ini miliki potensi yang sangat besar.

 

Bahkan, untuk bisa mendapatkan hak kelola Pelabuhan Patimban, pihaknya telah menyiapkan uang sebesar Rp2 triliun. Angka tersebut disiapkan apabila pengelolaan Pelabuhan dilakukan bersama dengan Pemerintah Jepang.

AngkaRp2 triliun itu hasil perhitungan dari 10% dari investasi konstruksi. Sementara investasi konstruksi sendiri sekitar Rp4,2 triliun dan akan dibagi dua sehingga menjadi sekitar Rp2 triliun

Sementara itu lanjut Elvyn, jika dipercaya untuk mengelola 100% maka pihaknya harus menyiapkan Rp4 triliun. Namun untuk skema ini

"Kelola 100% kami harus siapkan Rp4 triliun Kan kebutuhan untuk pengelolaannha itu yang disiapkan 10% dari investasi konstruksi. Nah investasi konstruksi itu sekitar Rp42 triliun," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini