nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik Dipicu Kekhawatiran Pasokan

ant, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 08:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 13 320 1921762 harga-minyak-naik-dipicu-kekhawatiran-pasokan-XUBourrylY.jpg Kilang Minyak (Reuters)

NEW YORK - Minyak mentah Brent menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menutup kembali sebagian kerugian dari sesi sebelumnya, karena fokus pasar beralih ke kekhawatiran tentang kapasitas cadangan menyusul peringatan dari Badan Energi Internasional (IEA).

Minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah USD1,05 menjadi menetap di USD74,45 per barel di London ICE Futures Exchange, "rebound" dari terendah sesi di USD72,67.

Kilang Minyak

Sehari sebelumnya (11/7), patokan global, minyak mentah Brent merosot USD5,46 atau 6,9%, penurunan satu hari terbesar dalam dua tahun terakhair.

Sementara itu, minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, turun USD0,05 menjadi ditutup di USD70,33 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah kehilangan lima% pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Dipicu Pembukaan Ekspor Libya

IEA mengatakan dalam laporan bulanannya pada Kamis (12/7) bahwa berbagai kekhawatiran pasokan, seperti sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan ketidakpastian seputar Libya, memberikan dukungan terhadap harga minyak.

Kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang gangguan pasokan dari anggota OPEC Venezuela mendorong minyak mentah lebih tinggi, kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management.

"Masalah produksi di sana hari ini adalah pengingat bahwa masalah-masalah itu sedang berlangsung," katanya.

minyak

Beberapa negara telah melihat produksi mereka jatuh dalam beberapa minggu terakhir, termasuk Venezuela, Norwegia, Kanada dan Libya.

"Meningkatnya produksi dari negara-negara Teluk Timur Tengah dan Rusia, disambut baik meskipun datang dengan mengorbankan kapasitas cadangan dunia, yang mungkin meregang menjadi terbatas," kata IEA yang berbasis di Paris dalam laporan bulanannya.

"Kerentanan ini, saat ini mendukung harga minyak dan tampaknya akan terus berlanjut," kata lembaga itu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini