Kisah di Balik Kembalinya Freeport ke Indonesia, Ada Proses Lobi Selama 3,5 Tahun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 08:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 13 320 1921776 kisah-di-balik-kembalinya-freeport-ke-indonesia-ada-proses-lobi-selama-3-5-tahun-DJnlkp4wWl.jpg Pembelian Saham Freeport (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (persero) atau Inalum, Freeport McMoran Inc (FCX), dan Rio Tinto, kemarin, menandatangani pokok-pokok perjanjian (head of agreement /HoA) yang merupakan bagian dari proses awal divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI).

Perjanjian tersebut meliputi tahapan-tahapan pengambil alihan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) serta saham PT Indocopper Investama oleh Inalum dengan nilai transaksi USD3,85 miliar (sekitar Rp55,4 triliun, kurs Rp14.400 per dolar AS).

Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51% 

Dengan penandatanganan HoA tersebut, para pihak menyepakati Inalum akan menguasai 51% saham PTFI, meningkat dari sebelumnya 9,36%. Perjanjian jual-beli tersebut di targetkan rampung sebelum akhir 2018.

Pokok-pokok perjanjian ini selaras dengan kesepakatan pada 12 Januari lalu antara pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika, yang mana pemerintah daerah akan mendapatkan 10% saham PTFI.

Baca Juga: 8 Fakta RI Kuasai 51% Saham Freeport, Nomor 7 Bikin Kantong Tebal

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kerja sama FCX dan Inalum diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah industri ekstraktif ke depan serta memberi nilai kemakmuran bagi masyarakat Indonesia.

“Harapan pemerintah selain meningkatkan penerimaan negara, juga menjadi komitmen pemerintah dalam memberi iklim investasi yang kondusif,” ujarnya di sela-sela penandatanganan perjanjian HoA di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51% 

Sri Mulyani melanjutkan, izin usaha pertambangan khusus (IUPK) permanen untuk Freeport Indonesia akan diterbitkan setelah seluruh transaksi divestasi 51% saham oleh Inalum selesai. “IUPK permanen ini akan diteken setelah semua transaksi beres,” jelasnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pemerintah berharap dengan penguasaan 51%, Freeport bisa dikelola dengan baik dan bermanfaat bagi Indonesia. Dia ingin, program hilirisasi bisa berjalan.

Rini menuturkan, setelah penandatanganan pokok-pokok perjanjian, selanjutnya Inalum dan Freeport McMoran akan mempersiapkan joint venture agreement . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, sebagai regulator, pihaknya akan memfinalisasi IUPK Operasi Produksi setelah divestasi tuntas dan stabilitas investasinya sudah sepakat. 

“Kalau smelter dan ketentuan lain dalam UU Minerba sudah tidak ada masalah sejak tahun lalu,” tuturnya. Jonan melanjutkan, dengan ditandatanganinya perjanjian ini maka keseluruhan kesepakatan dengan FCX yang meliputi divestasi 51% saham, perubahan dari Kontrak Karya menjadi IUPK, telah dapat diselesaikan, termasuk komitmen pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).

Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51%

Oleh sebab itu, PTFI mendapatkan perpanjangan IUPK Operasi Produksi maksimal 2x10 tahun. Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoran Inc Richard Adkerson menilai penandatanganan HoA ini sebagai langkah positif di masa depan.

Dalam kesepakatan ini, para pihak menyepakati keberlangsungan operasi PTFI hingga 2041 dengan mekanisme yang akan didetailkan lebih lanjut. “Dengan kepastian investasi dan operasi hingga 2041, kami memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah, serta dividen kepada Inalum dapat melebihi USD60 miliar,” jelasnya.

Baca Juga: Indonesia Bakal Kantongi Rp864 Triliun dari Freeport hingga 2041

Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari seluruh pihak untuk mendukung Inalum melaksanakan amanah Presiden Joko Widodo untuk mengantarkan Freeport kembali ke Indonesia. Terkait pendanaan transaksi tersebut Budi menegaskan telah mendapat dukungan dari sejumlah lembaga keuangan.

Hasil Lobi Alot 3,5 Tahun

Pada kesempatan berbeda, Presiden Joko Widodo berharap kesepakatan antara Inalum dan FCX merupakan buah dari upaya negosiasi yang alot dalam 3,5 tahun terakhir. Presiden berharap divestasi saham PTFI akan menambah pemasukan negara karena kepemilikan pemerintah melalui holding BUMN pertambangan menjadi lebih besar.

Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia Akhirnya Disepakati Sebesar 51%

Menurutnya, pemerintah secara intens terus melakukan negosiasi untuk menjadi pemilik mayoritas saham. Terlebih lagi, PT Freeport telah mendominasi kepemilikan hampir selama 50 tahun. “Bukan hal mudah untuk mencapai kesepakatan dengan Freeport.

“Selama 3,5 tahun, kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah. Kita begitu sangat intens dalam 1,5 tahun ini,” ujar di Tangerang, Banten,kemarin. Presiden berharap langkah ini menjadi sebuah lompatan yang dapat menambah pendapatan negara, baik pemasukan dari pajak royalti, dividen, mau pun retribusinya.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta Fahmy Radhi mengapresiasi langkah pemerintah yang pada akhirnya secara resmi menandatangani HoA pengambilalihan 51% saham Freeport Indonesia. “Dam pak sosial dan ekonominya cukup besar dengan ke pemilikan mayoritas saham Freeport ini. Pertama, dividen yang masuk ke pemerintah akan jauh lebih besar dari sebelumnya,” kata dia.

(Oktiani Endarwati/Nanang Wijayanto/Dita Angga)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini