Sri Mulyani Minta Ditjen Pajak dan Bea Cukai Kuatkan Sinergi Demi NKRI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 14 Juli 2018 15:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 14 20 1922307 sri-mulyani-minta-ditjen-pajak-dan-bea-cukai-kuatkan-sinergi-demi-nkri-7U2c6VNIu7.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Menghadiri Peringatan Hari Pajak di DJP (Foto:Yohana)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperkuat sinergi dengan Direktorat Bea dan Cukai. Pasalnya, kedua institusi pemerintah tersebut memiliki fungsi yang sama penting dalam mengumpulkan penerimaan negara.

Bendahara Negara ini menyatakan, telah meminta kedua institusi tersebut meningkatkan koordinasinya. Setidaknya sepanjang 2018 ini, DJP bersama Bea Cukai telah memiliki 8 program di antaranya join audit, join collection, join investigasi, hingga join proses bisnis.

"Saya harap sinergi ini akan makin mempererat dua institusi penting ini dalam menjaga cita-cita NKRI dalam mengumpulkan penerimaan negara," ujarnya dalam pidato memperingati Hari Pajak di Kantor DJP, Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Dia pun menegaskan, sinergi DJP dan Bea Cukai sangat penting sehingga perlu semakin diperkuat. "Sinergi dan koordinasi dua institusi yg memiliki fungsi penerimaan negara adalah sangat penting," imbuhnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga menekankan reformasi perpajakan harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Pasalnya, pajak menjadi tulang punggung negara untuk tetap kokoh dan kuat, mengingat kontribusi yang diberikan mencapai 83% dari total penerimaan negara.

Reformasi dilakukan dengan memperbaiki sistem administrasi perpajakan menjadi efisien, transparan, dan bertata kelola yang baik. Termasuk juga perbaikan peraturan perpajakan, teknologi informasi, sumber data manusia, dan proses bisnis.

Dengan demikian akan menciptakan wajib pajak yang patuh dan berkontribusi pada penerimaan negara.

"Anda semua (pegawai pajak) saya harap memiliki semangat tinggi menjalaninya. Reformasi harus dimiliki dan dijalankan oleh seluruh pegawai pajak dari mulai kantor pusat hingga pegawai seluruh Indonesia," katanya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini