nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Freeport Indonesia Diharapkan IPO, Direksi Bursa : Itu Powerfull Banget

Ulfa Arieza, Jurnalis · Sabtu 14 Juli 2018 10:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 14 320 1922207 freeport-indonesia-diharapkan-ipo-direksi-bursa-itu-powerfull-banget-snJglhXxJT.jpg Tambang PT Freeport (Foto: Antara)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap agar PT Freeport Indonesia bisa menjadi perusahaan publik setelah proses divestasi saham 51% selesai. Proses divestasi sendiri telah memasuki tahapan penandatanganan pokok-pokok perjanjian atau Head of Agreement (HoA) terkait penjualan saham Freeport McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum.

"Yak sebenarnya itu yang kami harapkan, tapi kembali lagi apa yang sudah dilakukan terutama hubungan yang pernah dilakukan saya baca dulu, saya lihat dulu prosesnya, " kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia IGD Nyoman Yetna Setia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51%

Nyoman menuturkan, dengan menjadi perusahaan publik, kinerja Freeport Indonesia bisa diawasi oleh publik. Sebab, sebagai perusahaan publik, Freeport Indonesia nantinya harus menjaga transparansi dan good corporate governance (GCG).

"Itu powerful banget kalau jadi perusahaan tercatat. Ada Self Regulatory Organization (SRO), ada pemegang saham beneran artinya secara kualitas dia meningkat," kata dia.

Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51%

Sekadar informasi, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum bersama dengan Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatangan Pokok-Pokok Perjanjian atau Head of Agreement (HoA) terkait penjualan saham Freeport McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum.

Dengan head of agreement ini telah disepakati struktur dan harga untuk membeli 51% divestasi saham. Adapun nilai divestasi 51% saham Freeport Indonesia adalah sebesar USD3,85 miliar.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini