nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Freeport IPO di BEI bak Mimpi di Siang Bolong, Apa Alasannya?

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 06:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 18 278 1924042 freeport-ipo-di-bei-bak-mimpi-di-siang-bolong-apa-alasannya-Z7vvjLafFd.jpg Tambang PT Freeport (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap agar PT Freeport Indonesia bisa menjadi perusahaan publik setelah proses divestasi saham 51% selesai. Proses divestasi sendiri telah memasuki tahapan penandatanganan pokok-pokok perjanjian atau Head of Agreement (HoA) terkait penjualan saham Freeport McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum.

Akan tetapi, peluang penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Freeport Indonesia setelah divestasi bagai mimpi di siang bolong alias hal yang mustahil.

"Kayaknya enggak mungkin," kata Kepala Riset Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe saat dihubungi Okezone.

Akhirnya, Divestasi 51% Saham Freeport Ditandatangani 

Dia menjelaskan, jatah saham pemerintah di Freeport Indonesia sebesar 51% telah dibagi lagi kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika sebesar 10%. Jika pemerintah harus mengurangi jatah saham lagi sesuai dengan ketentuan minimal saham beredar di publik atau free float sebesar 7,5% bagi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), tentunya porsi pemerintah akan lebih terpangkas.

"Itu kalau mau IPO gimana lagi? Tambah habis dong nanti jatah pemerintah," ujar Kiswoyo

Sebenarnya, lanjut dia, langkah IPO dimungkinkan jika pihak Freeport McMoran yang melepas saham mereka kepada publik. Adapun setelah divestasi, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu akan memiliki 49% saham Freeport Indonesia.

Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia Akhirnya Disepakati Sebesar 51% 

Soal kemungkinan itu, Kiswoyo juga bilang peluangnya sangat tipis.

"Nah kayaknya Freeport juga enggak mau lepas saham karena mereka makin terdilusi makin habis dong. Nanti mereka makin kehilangan kendali," ujar Kiswoyo.

Sekadar informasi, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum bersama dengan Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatangan Pokok-Pokok Perjanjian atau Head of Agreement (HoA) terkait penjualan saham Freeport McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum.

Dengan head of agreement ini telah disepakati struktur dan harga untuk membeli 51% divestasi saham. Adapun nilai divestasi 51% saham Freeport Indonesia adalah sebesar USD3,85 miliar.

 

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini