nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank BNI Kantongi Laba Rp7,44 triliun di Semester I-2018

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 18 Juli 2018 16:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 18 278 1924083 bank-bni-kantongi-laba-rp7-44-triliun-di-semester-i-2018-0Ae6yYJBDq.jpg Bank Negara Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) mampu menunjukkan kinerja positif selama semester I-2018. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,44 triliun atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,41 triliun.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh kuatnya pertumbuhan pendapatan Bunga Bersih (NII) BNI yang juga disertai perbaikan kualitas aset. Pertumbuhan NII BNI meningkat dari Rp15,40 triliun pada semester I/2017, menjadi Rp17,45 triliun pada tahun 2018. Angka tersebut tumbuh 13.3% lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan yang hanya mencapai 3.4% per April 2018.

Direktur Ritel Banking Bank BNI Tambok Setyawati mengatakan, pertumbuhan NII merupakan hasil dari penyaluran kredit BNI yang tetap terkelola dengan prudent dan optimal. Jika terus bisa diperhatikan, BNI optimis kinerja baik yang dicapai pada paruh pertama tahun 2018 tersebut akan tetap meningkat pada semester II.

Libur Lebaran BNI KCU Gambir Tetap Layani Nasabah

"Pertumbuhan laba bersih BNI yang mencapai 16% jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan laba bersih di industri perbankan nasional yang per April 2018 mencapai 6,3%," ujarnya dalam acara Konferensi pers di Wisma BNI, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Tambok menambahkan, yang menjadi hal pendukung pertumbuhan laba bersih BNI lainnya adalah realisasi Pendapatan Non Bunga yang tumbuh 9,1% yoy. Pada semester I-2018, realisasi pendapatan Non Bunga Bank BNI yaitu Rp5,08 triliun.

Sementara Pendapatan Non Bunga pada semester I-2018 didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 8,7% yoy dan fee dari bank garansi yang tumbuh 14,3% yoy.

Sedangkan sisanya dari pertumbuhan bisnis Consumer & Retail, antara lain fee pengelolaan rekening yang tumbuh 8,6% yoy, dan fee dari bisnis kartu yang tumbuh 7,1% yoy.

RUPS BNI Bagi Dividen Sebesar Rp4,77 Triliun kepada Pemegang Saham

“Dengan adanya peningkatan Net Interest Income dan Non interest income, perbaikan kualitas aset, serta upaya efisiensi OPEX yang tatah dilakukan. BNI mampu menumbuhkan tingkat laba bersih hingga 16% yoy. Peningkatan profitabilitas ini mendorong perbaikan Return on Equity (ROE) dari 15,6% menjadi 16,5% ,” jelasnya.

Pada Semester I/2018, BNI juga mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,5%. DPK ini didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 63,8% dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3% pada semester I/2018 ini.

"Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan bahwa BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada semester II/2018," ucapnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini