nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tom Lembong: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Investasi dan Ekspor

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 12:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 19 320 1924459 tom-lembong-kunci-pertumbuhan-ekonomi-investasi-dan-ekspor-MGI6I7cD8x.jpeg Kepala BKPM Thomas Lembong Melantik 2 Pejabat Eselon I (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong meminta promosi dan investasi lebih ditingkatkan, karena penting untuk pertumbuhan ekonomi.

Dalam arahannya saat pada pelantikan dua pejabat Eselon I di BKPM. Tom sapaan akrabnya menitipkan pesan pada Andi Maulana sebagai Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal dan Wisnu Wijaya Sodibjo sebagai Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal.

"Deputi promosi investasi tentunya sangat berperan mengingat ini yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi itu adalah investasi dan ekspor. Jadi jualan ke seluruh dunia untuk mempromosikan Indonesia tentunya sangat penting," ujarnya di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Lembong meminta agar promosi yang dilakukan ke negara-negara luar agar berinvestasi di Indonesia bisa lebih gencar lagi. Dirinya bahkan menyebut jika promosi yang dilakukan bisa dengan menggunakan digital.

"Tantangan yang kita hadapi seperti kita hidup di era teknologi misalnya urusan promosi investasi kita lagi mengenjot promosi digital bukan lagi di jalur TV, tapi di dalam aplikasi," jelasnya.

Lembong juga menitipkan pesannya kepada Wisnu Wijaya Sodibjo sebagai Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal. Adapun pesan yang dititipkan adalah agar Wisnu bisa memperkuat kerjasama di dalam negeri.

"Semua itu deputi kerjasama dan dalam hal ini tidak lepas dari timnya koordinasi integrasi bukan hanya lintas kementerian lembaga tapi juga pusat dan daerah," jelasnya

Salah satu caranya adalah dengan mengkoordinasikan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah. Untuk sementara, kerjasama Internasional akan diserahkan kepada Kementerian Perdagangan.

"Kerjasama internasional kami titipkan Kemendag dulu supaya kita bisa fokus ke kerjasama domestik sekali lagi pusat dengan daerah antara instansi di pusat dan sebagainya," kata Lembong.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini