nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Mandiri, BNI & BTN Kompak Tolak Biayai Saham Freeport

Rafida Ulfa, Jurnalis · Sabtu 28 Juli 2018 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 28 320 1928631 bank-mandiri-bni-btn-kompak-tolak-biayai-saham-freeport-qmGUAzQXgz.jpg Tambang PT Freeport (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah melalui PT Inalum (Persero) saat ini tengah melakukan proses akuisisi 51% saham Freeport Indonesia. Untuk menguasai saham tambang emas itu, pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) harus merogoh kocek sebesar USD3,85 miliar atau setara dengan Rp55,44 triliun (mengacu kurs Rp14.400).

Berikut tiga bank lokal yang enggan modali Inalum beli saham Freeport yang dirangkum oleh Okezone Finance:

Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51% 

1. Alasan BNI Enggan Biayai Pembelian Saham Freeport

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan tidak ikut dalam membiayai pembelian 51% saham Freeport Indonesia. Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, pihaknya memutuskan untuk tidak ikut serta dalam pembiayaan divestasi saham 51% freeport. Sebab menurutnya, ada beberapa tawaran yang akan memberatkan perseroan.

Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51% 

Selain itu, lanjut Baiquni, pihaknya akan sangat sulit untuk bersaing dengan bank-bank luar negeri. Sebab, banyak sekali bank luar negeri yang menawarkan suku bunga kredit yang lebih rendah. Selanjutnya saat ini kondisi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sedang mengalami pelemahan. Tentunya hal tersebut akan semakin memberatkan pihaknya dalam mengucurkan kredit sindikasi yang mengacu dalam mata uang dolar AS.

2. Bank Mandiri Enggan Danai Pembelian Saham Freeport

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, keputusan pihaknya enggan danai pembelian saham Freeport karena terkait dengan kondisi likuiditas valuta asing di perbankan Indonesia sebagai akibat dari pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Sebab, ketika Rupiah melemah, nasabah cenderung menyimpan Dolar AS di luar negeri ketimbang di Indonesia.

Jika terus dipaksakan menggunakan dana dari perbankan dalam negeri, maka dikhawatirkan akan mengganggu kebutuhan Dolar dalam negeri, yang ujungnya justru makin menekan Rupiah. Belum lagi, perhitungan tenor dan kupon untuk pinjaman besar tersebut, diakui Tiko, sulit untuk masuk dalam perhitungan perbankan dalam negeri.

Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia Akhirnya Disepakati Sebesar 51%

"Karena untuk bank lokal untuk mendapatkan dana funding dengan size besar itu. Dengan tenor seperti di zaman sekarang ini kita kan mencari funding-nya enggak mudah," kata Tiko.

3. Bank BTN Juga Tak Ikut Serta Melakukan Pembiayaan Modal bagi Inalum

Ketua Himpunan Bank Negara (Himbara), sekaligus Direktur Utama BTN Maryono menyatakan, bank negara tak ikut serta melakukan pembiayaan modal bagi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dalam mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51%. Maryono mengungkapkan, arahan untuk tidak melakukan pembiayaan akuisisi saham Freeport Indonesia diberikan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo.

Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia Akhirnya Disepakati Sebesar 51%

Dia menegaskan, sejak awal BTN memang tidak diikutsertakan dalam pembiayaan akuisisi saham Freeport Indonesia. "BTN tidak diajak, memang BTN tidak akan ikut karena bukan sektor dari pada kita," tegasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini