nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jatuh Bangun Bos Bukalapak Kembangkan Bisnis Jual Beli Online di Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 28 Juli 2018 17:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 28 320 1928662 jatuh-bangun-bos-bukalapak-kembangkan-bisnis-jual-beli-online-di-indonesia-14TcgGC0Mg.jpg Bukalapak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perkembangan teknologi membuat seluruh bisnis mulai bergeser ke arah digital. Hal tersebut terbukti dari mulai menjamurnya bisnis-bisnis e-commerce seperti blibli, lazada hingga bukalapak.

Namun ternyata, ada fakta menarik tentang perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia. Pada beberapa tahun yang lalu saat pertama kali bisnis e-commerce muncul, tidak banyak investor yang tertarik dengan bisnis jual beli online ini.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh Founder & CEP Bukalapak Achmad Zaky ketika pertama kali ingin memulai bisnis ini. Zaky bercerita pada saat dirinya menawarkan proposal untuk membuat aplikasi jual beli online Bukalapak, dirinya mengaku kesulitan mendapatkan investor.

bukalapak

Bahkan ada beberapa investor yang menertawakan dirinya ketika itu. Banyak investor yang menyebut jika bisnis ini tidak jelas dan kurang menguntungkan bagi mereka.

"Tapi waktu saya persentase pertama ke pengusaha Indonesia, saya masih ingat proposal saya sekitar Rp100 juta banyak yang bertanya ini bisnis apa, bisnisnya enggak keliatan, dan mereka tidak percaya beberapa mungkin menertawakan.," ujarnya dalam sebuah seminar nasional di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Sabtu (28/7/2018).

Menurut Zaki, banyak investor yang mempertanyakan bisnis ini karena tidak jelasnya aset. Karena ketika itu, sebuah bisnis yang menarik bagi investor adalah dihitung dan ditakar dari seberapa besar aset yang dimilikinya.

Bukalapak.com Gandeng Indomaret 

"Seorang Bisnisman biasanya memiliki modal yang kuat modal yang besar kemudian memiliki network yang kuat, dan bisnisnya biasanya berupa aset, asetnya besar. Entah punya properti macam-macam," ucapnya.

Ketika mendengar perkataan tersebut, dirinya yang saat itu sebagai orang yang baru merampungkan studynya sempat ingin menyerah. Bahkan ketika juga dirinya semapt putus asa karena tak kunjung mendapatkan investor.

"Saya sebagai yang waktu itu baru lulus sempat kemakan idenya. Benar juga ya sebuah bisnis memang harus keliatan barangnya. Harus dibangun melalui sebuah aset yang besar sehingga investor percaya. Saya pulang dengan kecewa lemas karena enggak dapat investor," jelasnya.

Bukalapak.com Gandeng Indomaret 

Namun setelah sampai di rumah, dirinya merenung dan membulatkan tekat jika bisnis tersebut harus berjalan meskipun tanpa investor. Dan akhirnya setelah berusaha keras, bisnis ini pun mulai berkembang pesat seiiring perkembangan zaman dan teknologi.

Setelah itu, investor-investor besar pun mulai berdatangan menghampiri dirinya. Satu persatu investor akhirnya mulai percaya jika untuk membuka bisnis tak perlu memiliki aset yang besar dan cukup mengandalkan kecerdasan dan terus berinovasi.

"Tapi kita tidak menyerah dan saya lanjutkan ke Bukalapak. Setelah saya jalani ternyata , hari hari ini untuk menciptakan inovasi kita tidak membutuhkan modal yang sangat besar. Modal yang besar dalam industri 4.0 adalah kerja keras dan kreativitas," jelasnya

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini