Bappenas: Keluarga Penerima Bantuan Sosial Dilarang Merokok

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 30 Juli 2018 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 30 320 1929304 bappenas-keluarga-penerima-bantuan-sosial-dilarang-merokok-JXWwHS7ZbC.jpg Ilustrasi Dilarang Merokok (Foto: Reruters)

JAKARTA - Pemerintah mewacanakan supaya keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan sosial lainnya untuk berhenti merokok. Hal tersebut dilakukan untuk bisa menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, rokok menjadi salah satu penyebab meningkatkan hasil angka kemiskinan. Berdasarkan data yang dia terima, kontribusi rokok terhadap kemiskinan di pedesaan mencapai 10%, sedangkan di perkotaan lebih besar lagi mencapai 11%.

"Kalau bisa semua keluarga yang menerima bantuan pangan tidak boleh merokok. Itu penting. Jadi kepala keluarganya maka otomatis pendapatan mereka terganggu," ujarnya dalam acara Forum Merdeka Barat di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Menurut Bambang, ada baiknya uang yang digunakan untuk membeli kebutuhan pangan. Khususnya komoditas pangan yang mengandung protein dan juga karbohidrat seperti beras, hingga telur.

"Itu (uang buat beli rokok) lebih baik dibandingkan untuk beli telur atau kebutuhan pangan," ucapnya.

Oleh karena itu lanjut Bambang, ke depannya pemerintah berencana meminta komitmen dari keluarga penerima PKH untuk berhenti merokok. Tentunya hal tersebut sambil dijelaskan mengenai efek dari merokok yang akan menganggu pendapat mereka.

"Kalau bisa keluarga penerima PKH atau bansos itu tidak boleh merokok lagi. Kita harus tegas. Mereka harus berjanji berhenti merokok. Kalau tidak, pendapatan riil mereka pasti terganggu," ucapnya.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, salah satu yang menjadi penyebab kemiskinan adalah rokok. Oleh karena itu, untuk menekan perokok, pemerintah perlu segera menaikan harga rokok setinggi mungkin agar masyarakat tidak lagi merokok.

"Kalau lihat dilapangan salah satu konsumsi besar adalah rokok. Dan pelan pelan harga rokok tidak berfluktuasi tapi cukainya naik. Ke depan ada rencana bahwa harga rokok ditingkatkan lebih tinggi. Supaya orang tidak merekomendasikan," jelasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini