nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bekasi Bakal Punya LRT, 4 Kawasan Terintegrasi Siap Dibangun

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 31 Juli 2018 12:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 31 470 1929714 bekasi-bakal-punya-lrt-4-kawasan-terintegrasi-siap-dibangun-6zDnmPAys7.jpg Light Rail Transit (Foto: Okezone)

BEKASI - Kawasan transit oriented development (TOD) di empat titik stasiun light rail transit (LRT) atau kereta api ringan di Kota Bekasi segera dibangun. Investasi yang ditanam perusahaan pelat merah tersebut diprediksi sekitar Rp5 triliun.

Kabid Penataan Ruang, DinasTata Ruang (Distaru) Kota Bekasi Dzikron mengatakan, ke empat titik yang dibangun TOD berada di Jaticempaka, Cikunir I, Cikunir II, dan Bekasi Barat. Sementara TOD yang ada di Bekasi Timur sudah selesai dibangun oleh BUMN PT Adhi Karya.

“Bila ditotal, ada lima TOD nanti yang dibangun di setiap stasiun LRT yang ada di Kota Bekasi,” katanya.

Menurutnya, pembangunan TOD sangat dibutuhkan bagi daerah yang menyandang status metropolitan seperti halnya Kota Bekasi. Apalagi, untuk lintasan LRT di wilayahnya.

LRT Palembang Siap Antar Penumpang dari Bandara-Sport Center Jakabaring

Dzikron mengatakan, keberadaan TOD sangat menunjang masyarakat dalam memper oleh fasilitas salah satunya kemudahan dalam transportasi umum. Selain terdapat gedung parkir dan pusat perbelanjaan, kebanyakan TOD juga dibangun hunian vertikal berupa apartemen dan hotel.

Dengan kata lain, lanjut dia, TOD merupakan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran karena terdapat berbagai macam fasilitas di dalamnya yang terintegrasi dengan transportasi umum seper ti LRT, kereta commuter line, dan bus.

Rampung 70 Persen Proyek LRT Jakarta Optimis Selesai Agustus 2018

“Bila ditotal investasinya cukup besar, namun sebagai gambaran satu apartemen saja biayanya bisa Rp 1 triliun. Belum pembangunan gedung komersial lainnya,” ungkapnya.

Berdasarkan catatannya, konstruksi di dua lokasi pembangunan TOD sudah mulai terlihat seperti di Jaticempaka dan Cikunir I.

Pengembang di lokasi proyek Cikunir II tengah menyelesaikan siteplan atau perencanaan pembangunan, sedangkan pembangunan di Bekasi Barat baru akan dimulai karena sudah terlihat alat berat masuk ke dalam lokasi proyek tersebut dan se cepatnya akan mulai dibangun. Dzikron menjelaskan, ke empat pengembang itu telah mengantongi seluruh izin yang di - keluarkan pemerintah daerah.

Izin tersebut misalnya izin mendirikan bangunan (IMB), analisis dampak lingkungan (amdal) proyek, amdal lalu lintas, izin prinsip, dan sebagainya.Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) LRT Kementerian Perhubung an Jumardi mengatakan, secara umum progres pengerjaan LRT tahap I sampai 20 Juli 2018 mencapai 41,102%.(Abdullah M Surjaya)

(feb)

Rinciannya, lintas p layanan I Cawang-C ibubur mencapai 61,625%, (info lihat grafis). Kemudian lintas pelayanan II Cawang-Dukuh Atas mencapai 26,395% dan lintas pelayanan III Cawang-Bekasi Timur mencapai 48,528%.

“Sementara untuk tahap II dengan lintasan layanan Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Grogol akan dimulai pada 2020 mendatang,” katanya. Jumardi menjelaskan, total kebutuhan lahan untuk pembangun an LRT mencapai 60 hektare. Kebutuhan lahan yang paling luas berada di wilayah Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Menhub Budi Karya Uji Coba Kemudikan LRT Palembang

Di sana pihaknya membutuhkan lahan seluas 11 hektare untuk membangun depo LRT sebagai tempat garasi kereta. Enam hektare di antaranya lahan milik PT Adhi Karya, sedangkan lima hektare lagi milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Adapun nilai investasi dari pembangunan LRT sekitar Rp30 triliun. Dana itu bukan saja di peroleh dari APBN saja, melainkan juga dari pinjaman yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator kereta. Dari nilai itu, pemerintah menyuntikkan da - na penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp7,6 triliun, dan sisanya di carikan dari pinjaman ke lembaga lain.

Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi Harun Al Rasyid mengatakan, kehadiran LRT akan mengurai kemacetan di Bekasi dan sekitarnya.

”Kemungkinan kemacetan bisa terurai, karena warga banyak mememilih LRT nantinya,” katanya.

Rampung 70 Persen Proyek LRT Jakarta Optimis Selesai Agustus 2018

Apalagi, kehadiran LRT yang ada di wilayah Jabodebek memang akan mengubah peradaban masyarakat Bekasi. Hal itu bisa dilihat dari rencana pemerintah yang akan membangun depo atau garasi kereta LRT di Bekasi, sehingga konsentrasi warga yang menuju Jakarta akan terpusat di sana.

“Masyarakat yang selama ini ke hilangan banyak waktu di jalan karena kemacetan akan mendapat banyak waktu yang berkualitas karena dengan adanya LRT bisa memangkas waktu tempuh perjalanan,” ungkapnya. Harun menilai kondisi arus lalu lintas di Bekasi sudah semakin semrawut. Bahkan berdasarkan kajiannya, setiap hari pola pergerakan kendaraan pribadi ke Kawasan Summarecon Bekasi mencapai 31.000 unit. Bahkan pada 2020 nanti, jumlah penduduk Kota Beka si bakal mencapai 3 juta jiwa.

Untuk saat ini saja, jumlah penduduk Kota Bekasi mencapai 2,8 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu tanpa langkah strategis dari pemerintah dan pemangku kepentingan, Kota Bekasi akan semakin padat. (Abdullah M Surjaya)

(feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini