nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembiayaan Divestasi Freeport Dipimpin Bank Mitsubishi

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 03 Agustus 2018 13:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 03 320 1931252 pembiayaan-divestasi-freeport-dipimpin-bank-mitsubishi-6pwUU9C0XU.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian BUMN menyebutkan bank asal Jepang, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd akan memimpin 11 bank pemberi pinjaman atau pembiayaan kepada Inalum yang membeli divestasi saham PT Freeport Indonesia.

“Bank Mitsubishi, itu 'leadernya'. Nanti dia yang mengatur semuanya," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.

Fajar mengatakan, Mitsubishi akan menjadi "leader" di antara 11 bank yang diketahui akan memberikan pinjaman kepada Inalum untuk menguasai saham 51% PT Freeport Indonesia. Ia menyebutkan Bank Mitsubishi dipilih menjadi bank pemberi pinjaman untuk Inalum karena bunganya yang rendah. "Paling kecil, makanya kenapa Jepang? Karena bunganya paling kecil," kata Fajar.

Akhirnya, Divestasi 51% Saham Freeport Ditandatangani 

Sesuai kesepakatan pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) yang ditandatangani pada 12 Juli 2018, Inalum akan membeli saham divestasi Freeport senilai USD3,85 miliar. Perinciannya sebanyak USD3,5 miliar dialokasikan untuk pembayaran hak partisipasi Rio Tinto di Freeport dan sisanya USD350 juta untuk membeli saham Indocooper di Freeport.

Fajar menambahkan partisipasi perbankan untuk ikut memberikan pinjaman melalui kredit sindikasi ini bisa melalui delapan sampai sebelas bank, tergantung dari kebutuhan Inalum. "Ya sekitar delapan sampai sebelas. Yang sudah siap 11 bank, pokoknya nanti kalau yang kasih dari delapan itu cukup, tergantung dari Inalum," kata Fajar.

Akhirnya, Divestasi 51% Saham Freeport Ditandatangani 

Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menjelaskan, ada beberapa keuntungan ketika bank asing yang membiayai divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Seperti diketahui, nilai divestasi saham Freeport ditaksir sebesar USD3,86 miliar atau sekitar Rp54 triliun. Corporate Communication Inalum Rendi Achmad Witular mengatakan, pinjaman dari bank asing tidak menekan nilai tukar rupiah. Salah satu pertimbangan pembiayaan tidak diberikan oleh bank lokal menurutnya karena berisiko terhadap mata uang Garuda.

“Terkait pendanaan akan dibiayai semuanya oleh bank asing karena bank lokal kita tidak mau pengaruhi fluktuasi rupiah dengan transaksi dilakukan di luar dalam bentuk dolar (USD)," ujarnya. Selain itu, Rendi menyampaikan, pendapatan perseroan yang juga dalam denominasi USD meminimalisir dampak pelemahan rupiah saat ini. "Freeport Indonesia juga dolar, sehingga tidak akan mengganggu nilai tukar rupiah.

Akhirnya, Divestasi 51% Saham Freeport Ditandatangani 

Rendi menambahkan, bank asing yang memberikan pendanaan hanya sebagai pihak peminjam saja tanpa mengurangi hak-hak kepemilikan saham. "Jadi jangan ada kekhawatiran kalau pinjaman semua dari asing kemudian akan dikuasai asing. Itu berbeda, kecuali kalau sahamnya diambil asing itu akan dikuasai," ujarnya.

Menurut Rendi, bank asing juga tidak sembarangan dalam memberikan pinjaman jika bisnis yang dibiayai tidak memiliki prospek bagus ke depannya. "Keterlibatan bank asing memberikan optimisme bahwa bisnis Grasberg ini sangat besar. Kalau potensi bisnis jelek, mustahil bank asing mau masuk," katanya.

Selain itu, dia menambahkan, jaminan yang ada membuat bank asing yakin memberikan pinjaman kepada perseroan selaku induk Holding BUMN Tambang. “Untuk bayar (divestasi) USD3,86 miliar jaminannya jumlah aset Inalum itu jaminan bagi perbankan dan ini sangat potensial untuk diberikan pinjaman. Belum lagi cadangan usaha yang ada di Freeport Indonesia," pungkasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini