nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditopang Usaha Sewa Alat, Pendapatan Ratu Prabu Energi Melejit 62,1%

Agregasi Selasa 07 Agustus 2018 13:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 07 278 1932958 ditopang-usaha-sewa-alat-pendapatan-ratu-prabu-energi-melejit-62-1-3ZoXFKFJ0T.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Di paruh pertama tahun 2018, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) membukukan kinerja yang cukup apik dengan meraup laba sebesar Rp3,73 miliar.

Nilai tersebut naik 28,89% dari laba di semester I-2017 yang sebesar Rp 2,94 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Selain laba yang tumbuh, perseroan juga membukukan peningkatan pendapatan sebesar 62,16% menjadi Rp166,47 miliar di periode tersebut. Tumbuh dari Rp 102,65 miliar year on year.

Dengan demikian nilai laba per saham perusahaan juga ikut mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp1,01 dari Rp0,79 per sahamnya. Disebutkan, pendapatan perusahaan paling besar disumbangkan dari usaha penyewaan rig dan peralatan minyak sebesar Rp42,60 miliar, naik dari Rp28,98 miliar di periode tahun lalu.

 

Kemudian usaha penyewaan bangunan dan jasa terkait yang sebelumnya menyumbang Rp44,18 miliar justru turun menjadi Rp20,97 miliar saja.

Sementara usaha jasa konsultan perminyakan dan tenaga ahli juga mengalami penurunan konstribusi dari sebelumnya Rp26,91 miliar menjadi hanya Rp22,50 miliar. Terakhir usaha jasa perminyakan lainnya juga ikut turun dari Rp2,56 miliar menjadi Rp1,42 miliar.

Perseroan memperikirakan pendapatan akan tumbuh menjadi Rp300 miliar di akhir tahun ini dan laba ditargetkan akan tumbuh menjadi Rp30 miliar-Rp40 miliar. Pertumbuhan tersebut ditunjang bisnis geothermal dan produksi emas perusahaan.

Direktur Utama Ratu Prabu Energi, Burhanudin Bur Maras pernah bilang, perusahaan akan memulai produksi emas dalam waktu 2-3 bulan mendatang dengan perkiraan produksi sebanyak 1 kilogram per bulannya,

”Tambang di Kalimantan Tengah milik kami akan mulai produksi, masih sedikit produksinya karena masih baru sekitar 1 kilogram sebulan," ujarnya.

 

Saat ini perusahaan tengah menggarap proyek pengeboran sumur geothermal yang berlokasi di Ende, Nusa Tenggara Timur sejak September tahun lalu. Hingga akhir tahun unit usaha ini akan berkontribusi sebesar 40%-50% dari total pendapatan perusahaan sepanjang tahun ini.

Direktur Keuangan Ratu Prabu Energi Gemilang Zaharin mengatakan, prospek pendapatan dari bisnis pengeboran sumur geotermal ini cukup besar kepada pendapatan perusahaan. Mengingat pemiliki proyek, yakni ORKA yang sudah memercayakan pengeboran delapan sumur geothermal.

”Untuk kuartal pertama 2018 berkontribusi kurang lebih 20%-25% dari total pendapatan perusahaan," kata Gemilang.

Untuk menggarap seluruh proyeknya, di tahun ini perusahaan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai USD5 juta-USD7 juta yang berasal dari kas internal perusahaan dan pinjaman dari bank.

 

Sebagai informasi, menurut rencana Ratu Prabu Energi akan membangun LRT Jabodetabek sepanjang 485 kilometer. Pengerjaan ini memiliki skema business to business (B to B) dengan Ratu Prabu Energi menjadi leadnya untuk melakukan segala bentuk komunikasi, diskusi dan negosiasi dengan pemerintah untuk melancarkan pengerjaan proyek tersebut.

Perseroan mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandumof Understanding/MoU) dengan tiga perusahaan dalam rangka kerja sama operasi membangun proyek Ratu Prabu Energi akan berkerjasama dengan PT OfCOS KONESIA (OK), Olive Tree Advisory Limited (OTAL) dan Olive Tree Ccorporation Co., Ltd (OTCCL), untuk engineering procurement dan construction dan financing (EPC+F) serta operations dan maintenance.

Kesepaktan tersebut sudah ditandatangani pada 21 Mei 2018 lalu. Langkah ini merupakan realisasi lebih lanjut dari rencana perusahaan untuk membangun transportasi massa di wilayah Jabbodetabek yang diperkirakan akan memakan dana mencapai Rp415 triliun.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini