nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hary Tanoe dan Ketua Dewan Komisioner OJK Bahas Isu Ekonomi Nasional

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 08:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 08 20 1933342 hary-tanoe-dan-ketua-dewan-komisioner-ojk-bahas-isu-ekonomi-nasional-xisroDM7FL.jpg Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memegang peranan penting dalam mendorong perekonomian nasional.

"Peran OJK strategis, karena jasa keuangan pusat dari pusaran ekonomi nasional. MNC Group siap membantu OJK," kata Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat menerima kunjungan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di iNews Tower.

Dalam pertemuan tersebut berlangsung diskusi isu-isu terkini perekonomian nasional. Mulai dari perkembangan industri keuangan nasional, hingga pergerakan rupiah akhir-akhir ini.

 Media Visit Ketua DK OJK Wimboh Santoso ke MNC Media

"Masukan saya untuk OJK, lembaga keuangan asing tidak boleh masuk ritel Indonesia, tapi fokus di korporasi. Kita perlu membangun lembaga keuangan nasional," kata Hary.

Hary mengatakan OJK strategis dalam membantu perekonomian nasional, karena membawahi semua perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, mulai bank, asuransi, lembaga pembiayaan, pasar modal, sekuritas, investasi. Dengan kebijakan yang kondusif dari OJK bisa berdampak positif terhadap pergerakan rupiah. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan oleh OJK, antara lain mendorong investasi masuk ke Indonesia.

Baca Juga: OJK: Insentif Diperlukan Bawa Devisa Hasil Ekspor ke Indonesia

"Dorong perusahaan besar, menengah, UKM punya kesempatan go public. Roadshow ke luar negeri agar investor yakin dengan pasar modal kita, mereka investasi di sini," ungkap pria yang telah mengajar di lebih 180 perguruan tinggi tersebut. Selain itu, investor bisa investasi di perbankan, asuransi sesuai dengan aturan-aturan yang ada.

Penguatan rupiah, lanjut Hary, juga bisa dilakukan dengan kebijakan yang mendorong eksportir untuk membawa pulang hasil ekspornya dan mengkonversi ke rupiah. Sementara itu, Wimboh mengatakan OJK akan menciptakan banyak instrumen untuk bisa menarik modal asing masuk melalui pasar modal. Perekonomian Indonesia saat ini, lanjutnya, tak terhindar dari dampak normalisasi kebijakan The Fed, trade war dan suku bunga Indonesia yang dinaikkan.

 Media Visit Ketua DK OJK Wimboh Santoso ke MNC Media

"Kita harus berupaya sektor rill bisa mempunyai ruang lebih besar untuk berorientasi kepada produksi ekspor dan men-generate dollar dan juga mempercepat proses produksi barang substitusi barang impor," ungkapnya

Hal itu semua dimaksudkan agar mempunyai kekuatan dalam mengumpulkan cadangan devisa ke depan. Sehingga kita bisa lebih kuat lagi untuk menghadapi situasi, apalagi masih banyak kebijakan The Fed yang belum dilakukan. Sektor pariwisata, menurut Wamboh, juga bisa menjadi andalan untuk menambah tebal devisa. Selain komoditas, dia juga mendorong ekspor hasil laut.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini