nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tunjangan Guru Distop bagi Daerah yang Miliki Uang Kas

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 16:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 09 20 1934194 tunjungan-guru-distop-bagi-daerah-yang-miliki-uang-kas-B3uhXVyxie.jpg Kegiatan Belajar Mengajar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, surat tentang penghentian penyaluran dana beberapa tunjangan guru di daerah merupakan hasil rekonsiliasi pihak Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), Kemenkeu dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Adapun Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG), dan Dana Tambahan Penghasilan Guru (Tamsil) melalui DAK Nonfisik Tahun 2018. Penghentian ini untuk tahap II tahun anggaran 2018.

Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Kemenkeu Primanto Bhakti menyatakan, dalam hasil rekonsiliasi diputuskan penghentian bagi daerah yang masih mempunyai sisa dana tunjangan guru di rekening kas daerah. Di mana berdasarkan perhitungan masih lebih atau mencukupi sampai akhir tahun 2018.

"Selain itu ada juga rekomendasi penggunaan dana cadangan tunjangan guru bagi daerah-daerah tertentu yang masih kurang," jelasnya kepada Okezone, Kamis (9/8/2018).

Menurutnya, hal ini memang biasa dilakukan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga, dipastikan setiap guru di daerah masih mendapatkan tunjangan.

"Penghentian penyaluran dana tunjangan guru di beberapa daerah tersebut tidak akan mempengaruhi ataupun mengganggu pembayaran tunjangan kepada guru di daerah, karena dananya memang sudah ada di rekening kas daerah," katanya.

Adapun Astera merinci, pagu anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk tahun 2018 sebesar Rp56,8 triliun. Pada kuartal I telah tersalur Rp17 triliun untuk 530 daerah dan kuartal II telah tersalur sebesar Rp14,2 triliun untuk 530 daerah. Sementara itu, dihentikan penyaluran untuk 10 daerah sebesar Rp29,9 miliar.

Selanjutnya Tunjangan Khusus Guru (TKG) pagu anggaran tahun ini sebesar Rp1,8 triliun. Untuk kuartal I telah tersalur sebesar Rp512,1 miliar dan kuartal II tersalur sebesar Rp412,2 miliar untuk 343 daerah. Sementara itu, dihentikan penyaluran untuk 39 daerah sebesar Rp120,1 miliar.

Terakhir Dana Penghasilan Tambahan Guru (Tamsil) dialokasikan pagu anggaran sebesar Rp795 miliar. Telah tersalur sebesar Rp214,8 miliar pada kuartal I untuk 396 daerah dan sebesar Rp151,7 miliar pada kuartal II untuk 396 daerah. Kemenkeu menghentikan penyaluran Tamsil sebesar Rp145,8 miliar untuk 140 daerah.

(feb)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini