nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanggapan Bursa soal Permintaan Penundaan Aksi Korporasi BFI Finance

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 13:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 09 278 1934052 tanggapan-bursa-soal-permintaan-penundaan-aksi-korporasi-bfi-finance-CBy9x6Y0Qv.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - PT Aryaputra Teguharta (PTAPT) meminta kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menunda aksi korporasi yang akan dilakukan oleh PT BFI Finance Tbk (BFIN). Sebab, sesuai dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta (PTUN) ditetapkan bahwa PTAPT adalah pemilik 32,32% saham BFIN.

Menanggapi permintaan PTAPT tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan jika aksi korporasi yang dimaksud adalah terkait dengan pemegang saham. Dengan demikian, bursa melihat transaksi tersebut tidak akan mengganggu perdagangan.

"Karena ini pemegang saham. Pihak-pihak yang melakukan pemegang saham dalam konteks enggak melihat itu mengganggu perdagangan kita enggak lakukan (menunda aksi korporasi)," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391 

Adapun aksi korporasi yang dimaksud adalah rencana pembelian saham sebanyak 19,9% saham BFIN oleh Compass Banca S.P.A. yang 100% sahamnya dimiliki oleh Mediobanca S.P.A., private investment bank dari Italia.

Termasuk dugaan atas rencana konsorsium Trinugraha Capital & CO SCA, sebagai pihak yang mengklaim sebagai pengendali 42,80% saham di BFIN untuk menjual sahamnya kepada para calon investor (private equity firms).

Selain itu, Nyoman mengatakan bursa masih membutuhkan telaah lebih lanjut soal kasus BFIN. Jika diperlukan, maka bursa juga akan melakukan dengar pendapat soal rencana aksi korporasi perseroan.

Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391 

"Terkait freeze atau tidak bursa kan memiliki aturan kapan kita bisa dimintakan untuk kewenangan bursa status perdagangannya. Freeze buka berarti ga boleh movement nya. Freeze kewenangan bursa ga bs diperdagangkan," kata Nyoman.

"Terkait dengan investor baru yang masuk ini baru kemarin kami sudah minta permintaan penjelasan. Kalau seandainya diperlukan dengar pendapat dilakukan dengar pendapat," imbuh dia.

Sebagai informasi, dengan diterbitkannya Penetapan Penundaan oleh PTUN terkait perkara dengan nomor register: 120/G/2018/PTUN-JKT, maka keberlakuan atas perubahan anggaran dasar PTBFI yang sebelumnya telah disetujui dan atau dicatatkan melalui 10 keputusan oleh Menkumham secara yuridis telah ditunda.

Sebagai bentuk tindak lanjut atas diterbitkannya Penetapan Penundaan ini, Menkumham juga telah melakukan tindakan dengan memblokir Profil Perusahaan dan Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) yang juga dikelola oleh Menkumham. Dengan diblokirnya SABH BFIN maka tidak ada satu pihak pun yang dapat melakukan aksi korporasi terkait BFIN.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini