nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Hal yang Wajib Diketahui soal Wawancara Kerja via SMS

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 09:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 09 320 1933892 3-hal-yang-wajib-diketahui-soal-wawancara-kerja-via-sms-PSEsGnD6K5.jpg Wawancara kerja via SMS (Foto: Istimewa)

SEJUMLAH perusahaan menggelar tahap akhir perekrutan bagi pencari kerja yang keder berbicara melalui telepon: penyeleksi mengontak via pesan pendek. Namun apakah metode itu tak memiliki kelemahan?

Kalaupun Anda tidak mengidap telefobia atau merasa tertekan saat harus berbicara lewat telepon, masih ada sedikit peluang bagi anda untuk melakukan wawancara melalui pesan singkat alias SMS daripada panggilan langsung.

Tapi bagaimana apa pendapat Anda tentang pesan singkat ke manajer personalia untuk mendapatkan pekerjaan, atau bahkan wawancara kerja?

Barangkali mayoritas dari kita lebih menyenangi komunikasi secara tertulis dibandingkan berbicara langsung.

karier

Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan terhadap 3.200 orang berusia 18 hingga 34 tahun di Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Australia oleh LivePerson, penyedia jasa telekomunikasi, menemukan kecenderungan, 73% di antara responden AS dan Inggris memilih aplikasi pesan singkat dibandingkan perangkat lunak telepon.

Penelitian lainnya juga mendukung temuan tersebut. Jadi tak mengherankan bahwa pemberi kerja menggunakan metode SMS, terutama pada tahap seleksi awal perekrutan.

Perusahaan pemesanan tempat di restoran, OpenTable, dan korporasi medis, Roche, adalah dua dari beberapa pemberi kerja yang menerapkan metode itu. Mereka menggunakan Canvas, platform wawancara berbasis pesan singkat yang diluncurkan tahun lalu.

karier

Aplikasi itu memungkinkan tim rekrutmen memulai pembicaraan kepada para pelamar kerja.

Impresi pertama

Nicole King, pengawas akuntansi di System Business Braden, mengaku tak terkejut ketika perekrut awalnya menghubungi dia melalui pesan pendek.

"Setelah mengirim informasi kontak saya ke perusahaan melalui LinkedIn, seorang perekrut mengirim pesan kepada saya siang harinya, mengenalkan dirinya dan Canvas lewat video."

"Saya tidak berpikir dua kali karena saya lebih senang berkomunikasi melalui pesan pendek daripada telepon," kata King.

Si penyeleksi bertanya padanya, "Saya penasaran bertanya apa yang membuatnya tertarik pada posisi di perusahaan kami." King berkata, mereka saling bertukar pesan sekitar 90 menit.

"Orang yang mencari kerja biasanya masih bekerja di tempat lain, jadi lebih mudah menjawab pertanyaannya pada waktu itu juga melalui pesan singkat daripada telepon atau membuatnya menunggu," ujar King.

Keesokan harinya, perekrut kembali mengirim pesan pendek untuk bertanya keiinginan penghasilan King dan menjadwalkan komunikasi telepon untuk mendiskusikan seluruh kesepakatan, sebelum mengundangnya untuk wawancara tatap muka.

karier

OpenTable telah mengganti seluruh wawancara awal via telepon dengan seleksi pesan pendek untuk tim pemasaran mereka, kata Scott Day, Wakil Presiden Senior bidang sumber daya manusia dan budaya, yang juga menjabat di dewan penasehat untuk pengembangan bakat dan kepemimpinan di Canvas.

"Kami berusaha memastikan sejak awal bahwa kandidat cocok dengan kami. Apakah mereka memahami tantangan bekerja di restoran, pernahkah mereka bekerja di bidang ini atau apakah mereka mengerti peran yang mereka lamar," kata Day.

karier

Selain hal-hal mendasar, Day menyebut percakapan dalam pesan pendek juga menyentuh dimensi kultur sang pelamar, misalnya mengukur jika kandidat telah bekerja dalam lingkungan pemasaran yang cepat.

Mengirim pesan kepada sejumlah orang dalam satu waktu, menurut Day, lebih efektif dan memungkinkan perekrut mengatasi perbedaan waktu secara mudah. Day telah melihat seorang tenaga rekrutmen mengurus 20 hingga 30 perbincangan dalam papan panel sekali waktu.

Meskipun jawaban pesan singkat diulas oleh tim perekrut, platform juga menggunakan mesin untuk merekomendasikan respon hingga pertanyaan dari kandidat atau bahkan secara otomatis memunculkan tautan ke lembar keuntungan perusahaan.

Kurang autentik?

Namun tidak setiap orang yakin.

Berkirim pesan pendek mungkin berguna untuk menjalin komunikasi dengan pelamar jika kandidat yang diidamkan belum mengajukan lamaran pekerjaan, kata Katrina Collier, pelatih tenaga pelamar via sosial media di The Searchologist, London, Inggris.

Bagaimanapun, Collier ragu menggunakan pesan pendek kepada orang yang telah melamar, terutama untuk seleksi kompetensi.

"Anda dapat melewatkan pelamar yang hebat jika tidak meneleponnya. Anda dapat mendengar antusias mereka melalui nada bicara mereka atau mencari tahu kalau mereka pandai berkomunikasi," kata Collier.

Dan karena berpesan pendek kurang spontan, kandidat barangkali mencari tahu jawaban terbaik sebelum mengirim jawaban, yang artinya kurang autentik.

karier

Ada pula kemungkinan seseorang akan menyerahkan ponsel mereka kepada orang lain yang akan menjawab pertanyaan perekrut.

Jadi, apa yang seharusnya Anda lakukan jika menghadapi wawancara kerja via pesan pendek?

"Anda mungkin cepat-cepat ingin menjawabnya karena Anda tahu mereka dapat melihat respon Anda dari rentang waktu Anda menjawab, tapi jangan terburu-buru atau salah ketik," ujar Sydney Finkelstein, guru besar manajemen di Tuck School of Business.

Persiapkan diri untuk wawancara pesan pendek dengan berlatih membuat jawaban ringkas tapi penuh arti. Pelajari pesan pendek Anda sebelumnya, kata Finkelstein.

"Jika Anda serius dan Anda memang kandidat penerima kerja, gunakan waktu untuk memeriksa dan menganalisis pesan pendek Anda terdahulu. Perhatikan jika gaya tulisan Anda berpotensi memunculkan miskomunikasi atau salah interpretasi."

"Anda belajar meninggalkan gaya komunikasi melalui pesan pendek karena Anda kini ada dalam skenario profesional," tuturnya.

karier

Melangkahlah dengan kehati-hatian

Meski beberapa orang tidak bermasalah dengan emoji, gambar dalam pesan pendek mungkin akan dianggap tak pantas oleh sebagian orang.

"Saya sangat menyenangi emoji. Beberapa orang menanggapnya sepintas lalu, tapi saya pikir itu membuat perbincangan lebih interaktif," ucap Day.

"Namun Anda harus berhati-hati dengan jargon supaya Anda tidak kehilangan maksud utama Anda. Pastikan yang Anda katakan jelas."

Collier sependapat. Ia menyarankan menggunakan kalimat utuh dengan tata bahasa yang tepat. Dan jika muncul kekeliruan, cobalah hubungi mereka lewat telepon.

"Usahakan mengarahkan mereka pada metode komunikasi yang Anda sukai, cara yang dapat mendorong impresi terbaik Anda," ucap Collier.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini