nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hubungan 'Memanas', Arab Saudi Jamin Suplai Minyak ke Kanada Tak Terganggu

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 13:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 10 320 1934552 hubungan-memanas-arab-saudi-jamin-suplai-minyak-ke-kanada-tak-terganggu-TBDdbdlAJv.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

RIYADH – Konflik diplomatik tak akan berdampak pada suplai minyak Arab Saudi pada Kanada. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih menegaskan jaminan itu setelah Riyadh membekukan perdagangan baru dengan Kanada dan menolak upaya mediasi.

Saudi merespons keras desakan Kanada pekan lalu agar para aktivis yang ditahan di kerajaan itu segera dibebaskan. Akibat desakan Kanada itu, Saudi mengusir Duta Besar (Dubes) Kanada pada Minggu (5/8), menghentikan impor biji-bijian asal Kanada, dan mengakhiri program medis serta pendidikan di Kanada.

Konflik itu mengancam merusak laju investasi asing Riyadh. Saudi memiliki kebijakan tegas dan jangka panjang bahwa suplai minyak tidak terpengaruh berbagai per timbangan politik.

“Krisis diplomatik sekarang antara Arab Saudi dan Kanada tidak akan, dengan cara apa pun memengaruhi hubungan Saudi Aramco dengan para konsumennya di Kanada,” ungkap Menteri Energi Khalid dikutip kantor berita Reuters.

 

Financial Times melaporkan, bank sentral dan dana pensiun Saudi telah memerintahkan para manajer aset luar negeri untuk menjual saham, obligasi, dan uang tunai Kanada.

Meski demikian, Center for International Communication (CIC) Pemerintah Arab Saudi mengunggah tweet pada Rabu (8/8) dengan menyatakan, “Pemerintah atau Bank Sentral atau dana pensiun negara Saudi tidak mengeluarkan perintah apapun terkait penjualan aset-aset Kanada.”

Kemudian CIC menghapus unggahan itu tanpa memberikan penjelasan apa pun. CIC belum merespons permintaan untuk komentar. Menteri Luar Negeri (Menlu) Saudi Adel al-Jubeir menolak semua upaya mediasi dan meminta Kanada membenahi kesalahan besarnya.

Adel menegaskan, Saudi sedang mempertimbangkan penerapan langkah-langkah lain terhadap Kanada karena mencampuri masalah domestik Saudi.

Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau tampaknya hendak meredam konflik diplomatik tersebut dengan menyatakan dia akan tetap mendorong Saudi dalam hal kebebasan sipil, tapi juga kerajaan itu telah membuat beberapa kemajuan dalam hak asasi manusia (HAM).

“Perundingan diplomatik berlanjut, kami tidak ingin memiliki hubungan buruk dengan Arab Saudi. Ini negara yang sangat penting di dunia, yang membuat kemajuan dalam wilayah HAM,” ujar Trudeau.

 

Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir menahan sejumlah aktivis perempuan, termasuk yang sebelumnya berkampanye mendukung wanita mengemudi mobil dan mengakhiri sistem wali pria di negara itu.

Sejak berkuasa pada 2015, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS)meminta aliansi Barat mendukung rencana reformasinya memodernisasi Arab Saudi.

Dia juga menawarkan kesepakatan senjata senilai miliaran dolar dan berjanji memerangi radikalisme di kerajaan itu. Penguasa de facto berusia 32 tahun itu juga meluncurkan kampanye perubahan sosial dan ekonomi, tapi tidak melunakkan larangan total pada aktivitas politik.

Dia juga mengambil langkah lebih agresif terhadap Iran, memulai perang di Yaman sejak tiga tahun lalu, dan memimpin boikot aliansi Arab Teluk pada Qatar.

Konflik terbaru dengan Kanada merupakan tanda bahwa MBS rela menghadapi risiko kehilangan kepercayaan investor internasional untuk mengontrol proses perubahan.

“Pemerintahan Barat mengungkapkan kekhawatiran tentang isu-isu HAM di kerajaan yang bukan hal baru, dan otoritas Saudi telah lama menolak apa yang mereka anggap sebagai intervensi tidak tepat pada masalah internal mereka,” ungkap Helima Croft dari RBC Capital Markets.

Croft menyatakan, MBS mungkin lebih sensitif pada kritik luar terkait berbagai tantangan terbaru dalam menerapkan agenda reformasi ekonomi Saudi yang ambisius. Diplomat Barat menyatakan, konflik dengan Kanada memperkuat kesan tentang proses pembuatan kebijakan di Saudi yang impulsif.

“Kita pernah melihat ini sebelumnya,” tutur diplomat tersebut. Selain membekukan perdagangan, Riyadh telah berhenti mengirim para pasien ke berbagai rumah sakit di Kanada. Saudi juga menghentikan per tukaran pendidikan dengan memindahkan para pelajar dan mahasiswa ke negara-negara lain. (Syarifudin)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini