nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Ribu Taksi Online Belum Uji Kir

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 11:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 10 320 1934558 ratusan-ribu-taksi-online-belum-uji-kir-4pr6t5IU1O.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meminta pebisnis taksi online mengikuti peraturan izin operasional untuk dapat melintasi kawasan ganjil-genap.

Pasalnya, ratusan ribu taksi online yang beroperasi saat ini belum mengikuti uji kir. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, manajemen Grab Indonesia pada Rabu (8/8) mendatangi dirinya dan meminta agar ada dispensasi untuk kendaraan roda empat.

Dia telah menyampaikan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar ada stiker dan mengikuti uji kir apabila taksi online ingin melintasi kawasan ganjil-genap.

“Harus ada koordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Kalau sesuai aturan, kami tidak masalah. Ini keputusan pemerintah pusat dan kami ikuti aturan,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengakui, pebisnis aplikasi meminta agar diberikan kebebasan untuk melintas kawasan ganjil-genap dengan alasan sebagian besar armadanya sudah mengikuti aturan sebagai taksi online.

Namun, saat ditanya jumlahnya, pebisnis aplikasi tersebut hanya menyebut sekitar 6.000 armada. Padahal, berdasarkan data yang dimilikinya, lebih dari 100.000 taksi online yang beroperasi di Jakarta. Dia meminta agar pebisnis aplikasi sebaiknya membenahi diri agar ikuti aturan, minimal uji kir.

“Kami tetap berpegangan terhadap Peraturan Gubernur No. 77/2018 tentang Kawasan Ganjil-Genap,” ungkapnya.

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mewakili Organda Nasional menyayangkan sikap Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya. Apalagi membolehkan taksi online melintas di kawasan ganjil-genap.

Shafruhan menilai Menhub tidak konsekuen dan konsisten sehingga marwah Peraturan Menteri (PM) 108 yang di antaranya berisi soal wajib uji kir, SIM A umum, pengenaan tarif atas dan bawah itu nilainya nol besar.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono meminta pebisnis aplikasi mengikuti aturan yang sudah ada. Menurut dia, selama armadanya masih berpelat hitam, jelas tidak boleh melintasi kawasan ganjil-genap.

”Kalau mau ya silakan ganti pelat kuning dan ikuti aturan," katanya. (Bima Setiyadi)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini