nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Ahli Perencanaan Kota Duduk Bareng Bahas Tata Ruang hingga Gempa Lombok

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 14:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 10 470 1934642 para-ahli-perencanaan-kota-duduk-bareng-bahas-tata-ruang-hingga-gempa-lombok-JVZ4vDk52t.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) menggelar acara Rapat Koordinasi Nasional di Liberta Hotel Kemang. Dalam rapat tersebut, turut hadir ahli-ahli perencanaan kota dari seluruh daerah di Indonesia.

Ketua Umum IAP Indonesia Bernardus Djonoputro mengatakan, dalam rapat tersebut ada beberapa isu yang masuk kedalam pembahasan. Isu pertama yang dibahas adalah mengenai pentingnya revisi pedoman tentang penyusunan dan penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) perkotaan yang lebih efektif dan informatif.

Menurutnya, aturan yang ada dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Sebab, saat ini aturan mengenai pedoman penyusunan RDTR masih berada dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, padahal seharusnya aturan tersebut berada dalam kewanangan Menteri Agraria dan Tata Ruang.

"Harus segera diterbitkan aturan menteri ATR berupa pedoman penyusunan RDTR. Sekarang itu pedomannya masih PU. Ini paling urgent harus diterbitkan secepat cepatnya," ujarnya dalam bincang-bincang IAP di Liberta Hotel Kemang, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Bernardus pun menambahkan, jika pihaknya akan mengawal proses revisi undang-undang tersebut agar bisa terlaksana dengan prinsip-prinsip perencanaan yang baik. Sehingga, revisi permen tersebut bisa segera diterbitkan.

"Saya tahu draftnya sudah ada mereka harus segera keluarkan. Kalau boleh saya bilang bagi pemerintah segera keluarkan aturan pedoman penyusunan RDTR," ucapnya.

Tak hanya itu saja Bernardus juga mengaku akan mengawal proses percepatan pemberian RDTR di daerah di Indonesia. Tujuannya agar RDTR bisa terlaksana dengan baik dan sesuai prinsip-prinsip perencanaan.

"Peran perencana sangat penting untuk memastikan produk RDTR berkualitas," ucapnya.

Selain itu lanjut Bernardus, dalam rapat tersebut juga ikut membahas mengenai bencana yang ada di Lombok. Menurutnya, adanya gempa di Lombok mengingatkan agar semakin meningkatkan urgensitas kebutuhan perencanaan yang kompeten serta menerapkan prinsip-prinsip resilien dan pembangunan berkelanjutan.

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap profesi perencana di seluruh Indonesia. Adapun caranya adalah dengan program pengembangan keprofesian berkelanjutan dan continuous profesional development (CPD).

"Kita berkumpul membicarakan mengenai pendidikan kompetensi yang berkelanjutan. Yang memang sebagai tugas IAP," tegasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini