nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Mogok, LRT Palembang akan Dievaluasi Secara Mendalam

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 14 Agustus 2018 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 14 320 1936360 sering-mogok-lrt-palembang-akan-dievaluasi-secara-mendalam-9YJC9j345q.jpg Foto: LRT Palembang akan dievaluasi (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional LRT Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menyusul kejadian berhenti mendadak LRT Sumsel pada Minggu (12/8/2018). Mogoknya LRT pada Minggu bukan yang pertama kalinya, sebelumnya juga sempat mogok sehingga memaksa penumpang untuk berjalan di samping lintasan LRT.

"Pemerintah kembali menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat pengguna LRT Sumatera Selatan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada saat pengoperasian LRT Sumsel,” kata Direktur Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dalam keterangan tertulis.

Mencoba Perjalanan Keliling Kota Palembang Saat Uji Coba LRT

Dia mengatakan, terkait beberapa permasalahan yang terjadi berulang kali pada pengoperasian LRT Sumsel ini, pemerintah akan segera mengevaluasi secara keseluruhan operasional LRT Sumsel.

"Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap perbaikan kinerja operasional LRT secara keseluruhan yang berdampak pada peningkatan performa kinerja operasional LRT Sumsel terutama dalam rangka mendukung perhelatan akbar Asian Games ke-18 yang sebentar lagi akan diselenggarakan di Kota Palembang," katanya.

Menurut Zulkifli, saat ini pihaknya tengah bekerja sama dengan pemangku kepentingan dalam mengadakan penyelidikan secara mendalam terkait kejadian tersebut. LRT Sumsel yang berangkat dari stasiun DJKA menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II berhenti secara mendadak di antara Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta.

Uji Coba Operasional LRT Palembang pada 23-31 Juli 2018

Sebagai bagian dari penanganan kejadian tersebut, dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk evakuasi dengan sarana LRT berikutnya, SDM Perkeretaapian yang bertugas mengevakuasi penumpang dengan berjalan melalui jalur di samping rel atau "walkway" menuju Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta.

Dari penyelidikan awal ditemukan indikasi bahwa terjadi arus pendek atau "shortcircuit" pada sistem kelistrikan sarana LRT Sumsel. Saat kejadian tersebut, sistem kelistrikan antara Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta dimatikan, sehingga operasional LRT Sumsel berhenti. Zulfikri berharap agar masyarakat bersabar dan tetap memberikan dukungan untuk LRT Sumsel ini yang merupakan hasil karya putra-putri terbaik Indonesia, sehingga LRT ini tetap menjadi kebanggaan bersama.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini