nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dievaluasi, LRT Palembang Diyakini Bisa Bersaing dengan Transpotasi Negara Lain

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 14 Agustus 2018 16:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 14 320 1936391 dievaluasi-lrt-palembang-diyakini-bisa-bersaing-dengan-transpotasi-negara-lain-Wv37pklwdJ.jpg Foto: LRT Palembang (Ditjen Perkeretaapian Kemenhub)

JAKARTA - Kondisi mogoknya moda transportasi darat light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, selama sepekan terakhir diyakini dapat diselesaikan lagi secara baik oleh pemerintah.

Apalagi, kehadiran LRT amat positif untuk kemajuan moda transportasi nasional. Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik dari Digipol Strategic Indonesia Nur Fahmi BP, di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Menurut Nur Fahmi, hadirnya moda transportasi darat LRT melalui BUMN bersama industri swasta adalah prestasi membanggakan. Menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia membangun infrastruktur bangsa yang modern.

"Jadi bukan soal mogoknya, tapi ini kan nanti berfungsi kepada publik. Indonesia juga punya infrastruktur transportasi yang sejajar dengan negara-negara lainnya," ucap Nur Fahmi.

 

Nur Fahmi menilai, mogoknya LRT dalam sepekan terakhir memang hal yang tak lazim, namun secara teknis masih bisa dimaklumi sebagai transportasi uji coba. Apalagi, kata Nur Fahmi, penyebab mogok LRT di Palembang telah diketahui.

"Pasti bisa ditangani dengan baik penyebab mogoknya. Itu kendala teknis jangan dipelintir jadi politis. Pemerintah kan juga ada perhitungan kemanfaatan untuk publik hadirkan LRT," ujar Nur Fahmi.

Menurut Nur Fahmi, akibat mogoknya LRT karya BUMN di Palembang, saat ini ada dipelintir opini bahwa hadirnya moda transportasi darat itu sia-sia dan tak diperlukan.

"Itu kan pemikiran yang ngawur. Cuma gara-gara sepekan sampai tiga kali mogok terus ada kelompok tertentu beranggapan LRT hanya menghamburkan duit rakyat, fungsinya tidak penting. Itu berpikir ngawur," katanya.

 

Nur Fahmi mengimbau, pemerintah dan BUMN fokus saja segera memperbaiki penyebab mogoknya LRT di Palembang agar dapat memberikan lagi fasilitas transportasi yang nyaman kepada masyarakat.

Mengenai tudingan miring dialamatkan ke pemerintah dan BUMN, Nur Fahmi meminta jangan sampai mengganggu konsentrasi kerja menghadirkan layanan publik terbaik.

"Banyak sentimen negatif sejak awal ke LRT Palembang tapi tidak berdasarkan data, sehingga argumentasinya lemah," ujar Nur Fahmi.

Diketahui, penyebab mogoknya LRT di Palembang baru-baru ini (12/8) disebabkan oleh lepasnya kabel Current Collector Device (CCD) yang ada di bawah kereta. LRT mogok denga rute tempuh dari Stasiun Jakabaring menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

Lepasnya kabel CCD ketika kereta melewati tikungan lalu mengakibatkan pasokan listrik terputus, sehingga LRT tak bisa berjalan, lampu mati dan mesin pendingin jadi tak berfungsi.

LRT di Palembang juga akan ditujukan sebagai angkutan transportasi utama saat pelaksanaan Asian Games 2018 yang berlangsung mulai tanggal 18 Agustus.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini