Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investor Asing Belum Tertarik Beli SBI

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Rabu, 15 Agustus 2018 |20:50 WIB
Investor Asing Belum Tertarik Beli SBI
Bank Indonesia. Foto: Yohana/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan hingga saat ini belum satu pun investor asing membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Lelang SBI bertenor 9 dan 12 bulan ini telah berlangsung pada 23 Juli 2018.

Kembali aktifnya instrumen SBI dimaksudkan mengganti Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) yang diperuntukkan untuk investor domestik, sedangkan SBI memperluas pasar bukan hanya domestik tapi hingga investor asing.

Dalam aturannya, pemenang lelang SBI yang merupakan bank-bank domestik tak dapat melakukan penjualan SBI di pasar sekunder dalam periode 7 hari pasca lelang atau disebut minimum holding period (MHP). Begitu pula pada pembeli SBI di pasar sekunder yang juga tak bisa melakukan transaksi dalam periode 7 hari pasca pembelian.

Kendati demikian, meski sudah melewati masa MHP dari pasca lelang belum juga ada investor asing yang membeli SBI.

"Belum (ada investor asing yang beli), karena memang yang saat ini kita bisa lihat bahwa yang berminat dari sisi perbankan. Jadi yang ngambil masih dari yang resident (domestik)," ujar Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Adapun dalam hasil lelang 23 Juli 2018 lalu, penawaran yang masuk untuk SBI tenor 9 bulan mencapai Rp7,88 triliun dengan total pemenang lelang Rp4,18 triliun. Sedangkan, SBI tenor 12 bulan penawaran mencapai Rp6,35 triliun dengan total pemenang Rp1,79 triliun. Keduanya dengan bunga rata-rata di 6%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, belum adanya peminat investor asing terhadap SBI dikarenakan banyaknya pilihan instrumen yang ditawarkan pada pasar keuangan Indonesia. Tak hanya SBI, ada juga Surat Perbendaharaan Negara (SPN), Surat Berharga Negara (SBN), juga portofolio saham.

"Tergantung preferensinya dari asing mau pilih yang mana," katanya.

Menurutnya, saat ini investor asing lebih banyak menanamkan dananya pada instrumen SBN bertenor jangka panjang. Hal ini terlihat daei dua lelang terakhir SBN dengan oversubscribe dari investor asing.

"Jadi kalau asing belum beli itu bukan berarti SBI-nya enggak laku tapi preferensinya asing mungkin masih memilih SBN yang jangka panjang," kata dia.

 

(feb)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement