nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hanya 30 UMKM Penjual Souvenir Berlisensi Asian Games 2018

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 14:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 15 320 1936866 hanya-30-umkm-penjual-souvenir-berlisensi-asian-games-2018-ogJsDBuHCq.jpg Foto: 30 UMKM Jualan Souvenir Asian Games 2018 (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) melibatkan 30 pengusaha yang terdiri dari perusahaan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di mana pegusaha tersebut mendapat lisensi dari Inasgoc untuk memasarkan souvenir atau merchandise dengan ikon Asian Games 2018.

Direktur Merchandise Inasgoc Mochtar Sarman menyebutkan, sebanyak 23 perusahaan dan 7 UMKM yang memenuhi syarat untuk membuat produk mereka berlisensi Asian Games 2018. Hal ini dilihat berdasarkan segi kualitas, desain produk, harga jual hingga jaringan distribusi.

"Banyak perusahaan distribusinya besar tapi kualitas (produk) kurang baik. Begitu juga dengan pemilihan UMKM, ada banyak sekali yang meminta untuk lisensi tapi kita selektif," ujarnya dalam acara diskusi mengenai UMKM menangkap peluang Asian Games 2018 di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

 Bhin Bhin, Atung, dan Kaka Meriahkan Parade Asian Games 2018 di Jakarta

Pemilihan yang selektif, menurutnya, perlu dilakukan mengingat event internasional ini menjadi showcase produk lokal Indonesia untuk dikenal oleh mancanegara. Dengan belasan ribu tamu yang datang ke Tanah Air maka kesempatan memasarkan produk ke luar negeri lebih tinggi tentu dengan kualitas produk yang juga berstandar baik.

Dia menjelaskan, dari banyak produk souvenir Asian Games 2018 sebanyak 80% buatan lokal, sisanya 20% turut melibatkan perusahaan asing. Dalam kesempatan ini, UMKM pun mendapat peluang untuk belajar mengikuti standar internasional dalam produk mereka, sehingga menjadi kesempatan juga untuk produk mereka naik kelas.

"Sistem lisensi untuk Asian Games ini, pembuatan merchandise tidak menggunakan dana pemerintah. Kita memberikan lisensi tersebut untuk perusahaan membuat souvenir, produksi mereka buat hasilnya lalu ada profit sharing (dengan Inasgoc)," jelasnya.

 Bhin Bhin, Atung, dan Kaka Meriahkan Parade Asian Games 2018 di Jakarta

Pembagian profit dilakukan dengan data penjualan akan direkap dan dicek pihak Inasgoc. Penempelan hologram pada produk pun menjadi bagian untuk merekam data volume produk yang dijual.

"Jadi balik lagi kerja sama pada UMKM yang paham dengan sistem tersebut, kalau enggak bisa yah enggak kerjasama," imbuhnya.

Adapun kisaran harga dari produk berlisensi Asian Games 2018 dipatok nilai dari Rp15.000 hingga Rp5 juta. "Kalau dibandingkan harga produk kita dengan Korea atau negara lain lumayan terjangkau. Harusnya lebih murah dibanding lainnya," katanya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini