nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adu Besar Gaji Driver Go-Jek dan Grab hingga Gaji PNS Naik 5%

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 18 Agustus 2018 13:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 18 213 1938261 adu-besar-gaji-driver-go-jek-dan-grab-hingga-gaji-pns-naik-5-h5TjqQIxjR.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keadaan ekonomi Indonesia dengan Turki saat ini sangat jauh berbeda. Oleh sebab itu, kemungkinan untuk bisa terjadi krisis seperti yang dialami Turki saat ini sangat tidak mungkin.

Sementara itu, ada perusahaan transportasi online yakni GO-Jek yang membeberkan mengenai pendapatan dari para mitranya yang menjadi driver. Director Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita mengatakan, salah satu bentuk komitmen Go-Jek tercermin dari penentuan tarif yang diterima mitra driver yang paling tinggi di industri.

Disis lain, ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sedang berbahagia mendengar rencana kerja pemerintah di tahun 2019. Bagaimana tidak, mulai tahun depan gaji pokok dari PNS mengalami kenaikan sebesar 5%.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama sepekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Indonesia Bisa Krisis seperti Turki? Ini Jawaban Sri Mulyani


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan perbedaan kondisi ekonomi Indonesia dengan Turki. Menurutnya, perekonomian domestik tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global.

Untuk diketahui, Turki tengah menghadapi krisis keuangan. Hal ini ditandai dengan nilai tukar Lira terhadap dolar Amerika Serikat yang terdepresiasi paling buruk sejak 2001, yakni mencapai 18%. Hal itu dipicu kekhawatiran pelaku pasar yang diperkirakan berpengaruh ke kebijakan sektor ekonomi, sehingga meminta untuk menahan suku bunga rendah di tengah inflasi yang tinggi serta memburuknya hubungan AS-Turki.

Bendahara Negara ini menjelaskan, saat ini kondisi ekonomi Indonesia dan Turki sangat berbeda. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang berkisar 5% serta inflasi yang tetap terjaga di 3,5%.

"Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tetap kita jaga, perbedaan yang sangat nyata inflasi kita 3,5%, di Turki sudah di atas 15%," jelasnya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Kondisi defisit transaksi berjalan (Current Acount Dedeficit/CAD) Indonesia pun jauh lebih terjaga, tak setinggi seperti yang dialami Turki. "Utang-utang dari sisi forex yang dilakukan swasta maupun perbankan, juga public debt Indonesia itu itu relatif masih dalam posisi controlable," tambahnya.

Menurutnya, Indonesia tidak dalam posisi perekonomian yang terdampak sangat besar terhadap pertukaran mata uang asing (foreign exchange/forex). Sebab pemerintah sudah melakukan langkah-langkah mengurangi dampak tersebut sejak 2015 atau pada waktu terjadinya taper tantrum.

"Jadi sebetulnya dari sisi swasta mereka juga sangat aware terhadap kemungkinan terjadinya exposure kalau meminjam dari sisi mata uang asing. Dari perbankan kita juga sudah lihat dari CAR (rasio kecukupan modal), NPL (rasio kredit bermasalah), dan sumber pendanaan mereka sendiri," jelasnya.

Sedangkan dari sisi pemerintah, lanjutnya, Kemenkeu terus melalukan pembiayaan dari luar negeri dengan perhitungan yang hati-hati. Dia pun memastikan,bila perekonomian membutuhkan devisa maka pemerintah akan sesuaikan dengan bagaimana strategi pembiayaan, termasuk pendapatan penerimaan pemerintah yang berasal dari forex.

"Kan kita mendapatkan penerimaan dari sisi minyak dan gas itu semua dalam bentuk mata uang asing. Itu semua yang akan kita seimbangkan," tutupnya.

Gaji Driver Gojek vs Grab, Siapa yang Paling Besar?


Perusahaan Go-Jek Indonesia (Go-Jek), penyedia jasa transportasi daring memberikan peluang maksimal kepada mitranya untuk dapat tumbuh dan berkembang melalui pemanfaatan teknologi.

Director Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita mengatakan, salah satu bentuk komitmen Go-Jek tercermin dari penentuan tarif yang diterima mitra driver yang paling tinggi di industri. Di mana sejak lama, tarif yang diterima mitra driver Go-Jek merupakan yang tertinggi di industri.

"Jadi, hal ini menunjukkan komitmen Go-Jek dalam memastikan mitra bisa memperoleh penghasilan maksimal, serta selalu termotivasi untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan," ujar Nila di Jakarta (13/8/2018).

Dia menjelaskan, tarif rata-rata jarak dekat untuk mitra driver di Jabodetabek berdasar observasi lapangan di luar jam sibuk berkisar antara Rp2.200- Rp3.300 per kilometer. Dan Go-Jek juga memberikan tambahan penghasilan untuk layanan yang dilakukan mitra saat tengah malam.

"Dalam memperhitungkan tarif, kita harus tetap memastikan daya saing tiap mitranya agar tetap dapat menjadi pilihan konsumen di pasar," tuturnya.

Dia menambahkan, bahwa Go-Jek yang merupakan platform konsumen terbesar di Indonesia memungkinkan driver untuk menjalankan beberapa layanan tidak hanya transportasi.

"Dengan inovasi yang terus dilakukan Go-Jek, layanan Go-Food dan Go-Send telah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk pesan antar makanan dan layanan kurir," pungkasnya.

Gaji PNS Naik 5% Mulai 1 Januari 2019


Pemerintah akan menaikan gaji pokok Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 5%. Hal ini terkuak saat Presiden Joko Widodo menypaikan keterangan Pemerintah atas RUU RAPBN 2019 beserta nota keuangan di Gedung DPR kemarin.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Mudzakir mengatakan, kenaikan gaji PNS sebesar 5% itu akan mulai dilakukan mulai Januari 2019 mendatang. Sebab usulan tersebut terncatum dalam RAPBN 2019

"Kalau masuk anggaran tahun 2019 ya dari Januari tahun depan," ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (17/8/2018).

Nantinya lanjut Mudazkir kenaikan gaji tersebut akan berlaku untuk semua ASN. Artinya semua ASN di daerah maupun pusat nantinya akan menikmati kenaikan gaji sebesar 5% mulai 1 Januari 2018 mendatang.

"Iya (PNS pusat dan daerah). Tapi sebaiknya konfirmasi ke Kemeneterian Keuangan lebih akurat," ucapnya.

Sementara itu di tempat berbeda Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan aturan kenaikan gaji tersebut nantinya akan dikaji terlebih dahulu. Akan tetapi dirinya memastikan jika kenaikan gaji tersebut akan berlaku sejak Januari 2019 mendatang.

"Tentunya nanti ada PPnya. Tapi itu berlaku sejak Januari 2019. Tapi itu bisa saja regulasinya sambil jalan. Kalaupun telah 1 bukan 2 tapi kenaikan. Perhitungannya berlaku sejak Januari mudah-mudahan," jelasnya.

Menurut Askolani, kebijakan gaji PNS mulai tahun depan itu sudah memperhitungkan berbagai macam pertimbangan. Dari mulai kemampuan fiskal, inflasi hingga daya beli dari PNS itu sendiri.

"Nah itu tentunya kan sesuai dengan kemampuan fiskal jadi kita enggak bisa langsung geber. Kita seimbangkan dulu dengan kebijakan THR dulu gimana. setelah stabil baru kemudian kebijakan gaji pokok yang selama ini normal dijalankan lagi," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini