OJK Tetapkan Trimitra Propertindo Jadi Efek Syariah

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 21 278 1939489 ojk-tetapkan-trimitra-propertindo-jadi-efek-syariah-GCOdRTh80U.jpg Foto: Trimita Propertindo masuk efek syariah (Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Trimitra Propertindo Tbk sebagai efek syariah, sebagaimana keputusan nomor: KEP-43/D.04/2018. Dengan dikeluarkannya keputusan tersebut, maka efek syariah saham PT Trimitra Propertindo Tbk telah masuk ke dalam Daftar Efek Syariah, hal ini sesuai keputusan Nomor KEP-24/D.04/2018 tanggal 24 Mei 2018 tentang Daftar Efek Syariah.

Dalam siaran pers OJK pada Selasa (21/8/2018) disebutkan, keputusan ini sebagai tindak lanjut dari hasil peninjauan OJK terhadap kriteria pemenuhan efek syariah atas pernyataan pendaftaran yang disampaikan oleh PT Trimitra Propertindo Tbk. Sementara itu, OJK menggunakan peninjauan dari dokumen pernyataan pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Melalui beberapa tahap, OJK melakukan tinjauan tersebut, diantaranya melalui laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik. Tinjauan itu dilakukan apabila terdapat perusahaan publik telah dinyatakan terdaftar dan memenuhi kriteria efek syariah secara efektif. Tinjauan juga dilakukan jika terjadi aksi korporasi dan pembaharuan informasi yang menyebabkan terpenuhi atau tidak, kriteria efek syariah tersebut.

Sebagai informasi, emiten properti PT Trimitra Propertindo Tbk menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) senilai Rp390 per saham. Dalam IPO, Trimitra Propertindo akan menawarkansebanyak 773,3 juta saham, setara dengan 27,66% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Dengan demikian, total dana segar yang berpotensi diraup perseroan mencapai Rp301,6 miliar.

Penetapan harga ini berada di posisi terbawah dari rentang harga yang ditawarkan selama periode penawaran awal atau book building pada 13 – 30 Juli 2018, yakni antara Rp390 hingga Rp495 per saham. Manajemen perseroan mengungkapkan bahwa penetapan harga ini didasarkan atas kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan, permintaan dari calon investor berkualitas, kinerja keuangan perseroan, data dan informasi serta status perkembangan terakhir perseroan.

Harga tersebut juga sudah memperhitungkan kondisi harga beberapa emiten lain yang bergerak di bidang usaha yang sama seperti perseroan. PT UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek tunggal atas IPO ini dengan jaminan kesanggupan penuh atau full commitment.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini