Sektor Perumahan Dinilai Paling Kebal Krisis

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 21 470 1939373 sektor-perumahan-dinilai-paling-kebal-krisis-mk365WCZq9.jpg Ilustrasi Pembangunan Rumah (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sektor perumahan dinilai menjadi sektor paling tahan krisis. Bahkan bisa menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi.

Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Dasuki Amsir mengatakan, sektor yang biasanya terkena imbas gejolak krisis global, yakni terkait sektor ekspor dan impor karena tergantung nilai kurs dolar. Namun, untuk sektor perumahan tidak berimbas karena hampir semua komponen terkait berasal dari industri lokal dan transaksinya menggunakan rupiah.

“Pada masa krisis seperti tahun 1997 atau tahun 2008, sektor perumahan menjadi motor penggerak pembangkit perekonomian,” ujar Dasuki dalam siaran persnya.

89% Kelas Menengah Beli Rumah lewat KPR 

Menurut Dasuki, karena fokus BTN pada sektor perumahan, maka krisis global yang terjadi saat ini tidak akan berimbas pada bisnis perseroan.

“Kalau rumah subsidi tidak ada konten dari luar karena hampir semuanya lokal, jadi demand tetap kuat. Artinya BTN tidak terlalu pengaruh asal kita fokus pada bisnis perumahan,” katanya.

Dasuki menjelaskan, dengan fokus pada bisnis perumahan, membuat kinerja keuangan BTN dalam lima tahun terakhir selalu positif. Tak mengherankan jika perseroan mendapatkan penghargaan Platinum Trophy dalam ajang Info bank Award 2018 di Yogyakarta pada 15 Agustus lalu.

“Kami berharap penghargaan ini bisa memacu insan BTN bekerja lebih giat lagi dalam membuat kinerja perusahaan semakin bagus,” kata Dasuki.

Perjanjian Kerja Sama KPR Camden House 

Menurut Dasuki, jika melihat total aset BTN hingga semester I/2018 yang sebesar Rp 268 triliun, maka jumlah itu telah naik 104 % dibandingkan total aset pada 2013 yang hanya Rp131 triliun. Untuk penyaluran kredit juga sudah naik 100% lebih dari Rp 100 triliun pada 2013 menjadi Rp 211 triliun pada semester I/2018. Sedangkan untuk total Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melonjak signifikan dari Rp 96 triliun pada 2013, kini pada akhir Juni 2018 angkanya sudah mencapai Rp 189 triliun.

“Setiap tahunnya per tumbuhan bisnis BTN selalu di atas rata-rata industri. Maka wajar, kita mendapatkan penghargaan bank yang berkinerja terbaik dalam sepuluh tahun terakhir,” katanya.

 

(Rakhmat Baihaqi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini