nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Tahan Gempa Dibangun di Lombok, Berapa Anggarannya?

Rafida Ulfa, Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 14:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 22 470 1939906 rumah-tahan-gempa-dibangun-di-lombok-berapa-anggarannya-sLNNZYKZC4.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: Rafida/Okezone

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan proyek Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yaitu proyek rumah tahan gempa yang akan dibangun di Lombok ditargetkan akan menghabiskan Rp1 triliun.

"Kalau target pertama ini Rp500 miliar, satu triliun kalau mau ditotalin oleh pak presiden. Rumah saja Rp1 triliun." ujar Basuki saat dikunjungi di komplek Kementerian PUPR, Rabu (22/8/2018).

Basuki mengatakan, rumah RISHA ditargetkan untuk selesai dalam enam bulan, dan total semua yang sudah diverifikasi ada sebanyak 11.000 ribu dari 38.000 rumah. Dia juga mengatakan, untuk anggaran fasilitas umum dilakukan dengan uang muka tergantung berapa banyak fasilitas yang diperbaiki.

Update Korban Gempa 6,9 SR di Lombok dan Sumba: 14 Orang Meninggal Dunia 

Kementerian dan semua BUMN saat ini ditugaskan untuk memperbaiki semua sekolahan, namun yang diprioritaskan adalah 43 sekolah. Setelah itu masjid, pasar, rumah sakit, puskesmas dan madarasah yang akan diperbaiki.

"Atau rumah sakit itu yang terutama yang ICU, kan kalau di tenda pasti infeksi jadi kita pakai bangunan sementara, itu yang fasilitas umum." ujarnya.

Perlu diketahui bahwa kementerian saat ini sedang dalam tahap mempersiapkan. Karena proses dari memperbaiki dan merekonstruksi infrastruktur dan fasilitas umum ini dilakukan secara gotong royong, sehingga kementerian juga harus melatih masyarakat dan beberaapa mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini.

Dampak Gempa Susulan 6,9 SR di Lombok: 10 Orang Meninggal Dunia 

"Jadi ini sekarang persiapannya mentraining mahasiswa, hari senin besok dikumpulkan semua untuk apel." lanjutnya.

Dalam perencanaan pembangunan ini pun mengalami kendala yaitu dengan adanya kelangkaan bahan-bahan seperti semen, pasir dan lainnya. Maka pemerintah bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Barat untuk membangun kios-kios di semua kecamatan.

"Jadi Kadin NTB ditugasin bangun membuat kios-kios di semua kecamatan minimal untuk kios semen, pasir, baja." ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini