nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

12 Perusahaan Berebut Dapatkan 6 Blok Migas

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 22:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 23 320 1940609 12-perusahaan-berebut-dapatkan-6-blok-migas-8tUIvuFGRZ.jpg Produksi Migas (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang enam wilayah kerja (WK) minyak bumi dan gas (migas) tahap II-2018. Penawaran tersebut terbagi menjadi 3 WK eksplorasi dan 3 WK produksi.

Adapun lelang keenam wilayah kerja tersebut sudah dibuka pada Selasa, 14 Agustus 2018. Hingga kini terdapat sebanyak 12 perusahaan migas memperebutkannya.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, masing-masing wilayah kerja diperebutkan dua perusahaan migas. Saat ini sudah dilakukan pembelian dokumen lelang oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

“Sudah ada yang ambil bid document. Ada 12 (perusahaan) untuk 6 WK itu. Jadi kira-kira satu WK ada dua (perusahaan yang berminat),” kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Adapun penawaran untuk 3 WK yang masih eksplorasi yakni Blok Migas Banyumas, memiliki total area 3.611.98 kilometer persegi dengan potensi cadangan minyak 45 juta barrel per hari (bph).

Lalu Blok Migas Andika Bumi Kita (ABK) di Madura dengan luas 8.340.00 kilometer persegi dan berpotensi 250 juta bph. Serta Blok Migas Southeast Mahakam di Kalimantan, memiliki total area 1.525.89 kilometer persegi dengan potensi cadangan minyak 50 juta bph.

Sedangkan penawaran untuk WK yang langsung produksi tediri dari Blok Migas Selat Panjang, South Jambi B, dan Makassar Strait. Di mana Selat Panjang dan South Jambi B sempat berhenti produksi selama dua tahun dikarenakan .

Sementara untuk Makassar Strait hingga kini tetap beroperasi, namun Chevron enggan menjadi pengelola wilayah kerja itu lagi. Di mana blok migas ini merupakan proyek laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD).

Untuk diketahui, Selat Panjang akan berakhir masa kontraknya pada tahun 2021, sedangkan South Jambi B dan Makasar Strait masa kontraknya akan berakhir di tahun 2020.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini