nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

115 Ribu Rumah Terindentifikasi Rusak Akibat Gempa Lombok

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 15:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 27 470 1942028 115-ribu-rumah-terindentifikasi-rusak-akibat-gempa-lombok-zI7Bjir0cy.jpg Diskusi Forum Merdeka Barat soal Pasca Gempa Lombok (Foto: Giri Hartomo)

JAKARTA - Gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata tak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka saja. Gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah warga.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Sumadilaga mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh hingga hari ini, ada 115 ribu rumah yang mengalami kerusakan. Angka tersebut bahkan masih bisa bertambah seiring indentifikasi rumah rusak yang masih dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Khusus untuk rumah masyarakat, data sementara waktu itu ada 74 ribu. Tapi data terbaru dari BNPB itu kurang lebih 115 ribu yang teridentifikasi sedang dalam verifikasi," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Selain rumah, beberapa fasilitas publik lainya pun mengalami kerusakan dan harus diperbaiki. Dirinya memperkirakan ada ratusan sekolah, ratusan puskesmas dan puluhan Masjid yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan data yang diterima, ada 400 sekolah yang mengalami kerusakan. Jumlah tersebut naik dari sebelumnya yang hanya 330 unit sekolah saja.

Sementara untuk Rumah Sakit dan Puskesmas, hingga saat ini sudah ada 112 yang dilaporkan mengalami kerusakan. Dan terakhir adalah ada 22 pasar tradisional yang dilaporkan rusak karena gempa yang mengguncang Lombok tersebut.

"Kerusakan itu ada dua kalsifikasi ada yang fasilitas publik dan ada yang rumah masyarakat," jelasnya.

Nantinya, Kementerian PUPR akan membantu melakukan pembangunan kembali beberapa fasilitas yang tidak tersebut. Nantinya bangunan yang akan direkonstruksi itu akan disetting untuk tahan terhadap gempa.

"Gempa itu tidak membunuh. Yang membunuh adalah bangunan yang runtuh akibat gempa. Untuk itu kita harus jaga bangunan yang dibangun kembali ini bisa tahan gempa," jelasnya.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini