nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perbaikan Fasilitas Umum di Lombok Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 18:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 27 470 1942124 perbaikan-fasilitas-umum-di-lombok-ditargetkan-selesai-akhir-tahun-bGkbYUGI68.jpg Masjid di Lombok Roboh pascagempa (Foto: BNPB)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan upaya rekonstruksi (perbaikan) bangunan yang rusak akibat gempa Lombok. Perbaikan tersebut meliputi infrastruktur seperti jalan dan jembatan hingga rumah warga yang rusak.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan, proses ini diharapkan bisa rampung secepatnya. Ditargetkan perbaikan fasilitas publik seperti sekolah, pasar hingga tempat ibadah bisa rampung pada Desember 2018.

"Jadi, menargetkan untuk perbaikan rumah itu sebetulnya fasilitas publik itu sesuai Inpres, fasilitas publik itu agar berfungsi kembali supaya anak bisa sekolah sampai dengan Desember 2018," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Menurut Danis, target rampung bulan Desember 2018 sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di Lombok. Di dalamnya meminta agar seluruh proses perbaikan infrastruktur publik bisa rampung pada akhir tahun.

"Desember 2018 ada di Inpres yang kemarin bunyinya agar fasilitas-fasilitas yang penting, pasar, sekolah berfungsi di Desember 2018," ucapnya.

Sementara untuk perbaikan rumah yang rusak, lanjut Danis, nantinya baru akan dimulai pada bulan September 2018. Saat ini pihaknya masih menunggu data verifikasi jumlah rumah yang rusak akibat gempa di Lombok.

Setelah itu barulah Kementerian PUPR akan bersama-sama dengan warga membangun kembali rumah-rumah yang rusak. Sehingga diharapkan rumah warga yang rusak bisa rampung pembangunannya pada Maret 2019 atau 6 bulan sejak pembangunan dimulai.

"Tetapi, untuk pembangunan rumah, itu bisa dimulai nanti bulan September ini, dan diperkirakan saran dari pak wapres dalam tempo 6 bulan," jelasnya.

Sebagai informasi, hingga hari ini berdasarkan data verifikasi yang diterima Kementerian PUPR ada 400 sekolah yang mengalami kerusakan. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari periode sebelumnya yang hanya 330 unit sekolah saja yang rusak.

Sementara untuk fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit ada 113 yang dilaporkan mengalami kerusakan. Sedangkan pasar tradisional 22 yang mengalami kerusakan.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini